• Home
  • Peristiwa
  • Anggota DPRA Ini Dukung Tes Swab Massal COVID-19 Gratis Bagi Warga Aceh

Anggota DPRA Ini Dukung Tes Swab Massal COVID-19 Gratis Bagi Warga Aceh

Oleh: Redaksi
Rabu, 03/06/2020 20:54 WIB
Foto: Antara
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) M. Rizal Falevi Kirani.

BANDA ACEH - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mendukung langkah Plt Gubernur Aceh yang akan menggratiskan pemeriksaan COVID-19 secara massal di Aceh.

"Kebijakan tersebut, menunjukkan bahwa Plt Gubernur terbuka terhadap kritik dan mau mendengar setiap masukan yang diberikan. Karena memang sangat tidak masuk akal, di tengah kondisi seperti ini, masyarakat harus membayar setiap melakukan pemeriksaan Covid," Sebut M. Rizal Falevi Kirani Ketua Komisi V DPRA, Pada Rabu(3/5/ 2020).

Bayangkan saja lanjut Rizal, untuk pemeriksaan rapid test, biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp 650.000 dan RT-PCR sebesar Rp 1,5 juta, dan konsultasi dokter spesialis Rp 850.000.

"Itu biaya yang tidak sedikit, di tengah kondisi ekonomi Aceh seperti ini, dan bisa dipastikan, hanya golongan- golongan tertentu yang akan melakukan pemeriksaan COVID-19," ujar Rizal.

Pemeriksaan massal itu juga nantinya akan memberi gambaran tentang kondisi Aceh sebenarnya terkait COVID-19, sehingga nantinya Pemerintah bisa dan mengetahui langkah-langkah terbaik apa yang bisa diambil untuk penanganan COVID-19 di Aceh.

"Kami dari Komisi V DPRA siap mendukung penuh langkah Pemerintah Aceh tersebut selama kebijakan itu memihak dan berguna untuk kepentingan Rakyat Aceh. Akan tetapi apabila kebijakan PLT Gubernur tidak memihak kepada kepentingan rakyat, maka kami dari Komisi V akan berdiri di garda terdepan untuk melawannya," tegas Rizal.

Namun kami berharap, pemeriksaan atau tes COVID-19 massal lebih baik hanya dilakukan dengan metode Swab. Karena selama ini hasil dari rapid test selalu tidak pasti dan akurasinya diragukan.

"Bahkan banyak menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat akibat hasil rapid tes yang seringkali tidak singkron dengan hasil Swab," sebutnya.

Dikatakan Rizal, pemeriksaan rapid test hanya akan membuat pengeluaran anggaran membengkak, karena nantinya harus diuji kembali menggunakan metode swab. "Ini penting untuk efesiensi anggaran. Sehingga nanti bisa dimanfaatkan ke tempat lain untuk kepentingan masyarakat," katanya.

Karena itu sebut Rizal, kami meminta pihak Pemerintah Aceh untuk tidak ragu-ragu mengalokasikan anggaran baik dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) maupun dari sumber refocussing APBA 2020 untuk membiayai kegiatan pemeriksaan tes swab secara massal.

"Demi keselamatan rakyat, tak ada alasan untuk tidak segera melaksanakan kebijakan tersebut. Apalagi anggaran refocussing kita cukup besar dan belum digunakan sama sekali. Jangan sampai rakyat Aceh bernasib seperti ayam yang mati di lumbung padi. Jika itu terjadi, maka rakyat tidak akan pernah memaafkan Plt Gubernur dan jajaran Pemerintah Aceh," pungkasnya.

Sumber: Antara

Tag:anggota dpranew normal di acehtes swab massalvirus corona
Berita Terkait
  • Rabu, 01/07/2020 18:20 WIB

    ASN Pemerintah Aceh Jalani Rapid Test

    BANDA ACEH - Seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah Aceh sebanyak 1.669 orang menjalani rapid test dan donor darah mulai tanggal 1- 3 Juli 2020. Kegiatan itu dilaksanakan

  • Senin, 29/06/2020 16:50 WIB

    RSU Zainoel Abidin Tambah 24 Ruang Isolasi Pasien Covid-19

    BANDA ACEH - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, diwakili Sekretaris Daerah Aceh dr Taqwallah MKes meresmikan pengoperasian 24 ruang isolasi tambahan untuk penanganan pasien Covid-19 di Rum

  • Minggu, 28/06/2020 21:32 WIB

    Positif Corona di Aceh Bertambah 2 Orang dan Puskesmas Simpang Kiri Ditutup Seminggu

    BANDA ACEH - Dua kasus baru terkonfirmasi positif virus Corona di Aceh, masing-masing EM dan El. Sementara itu, akibat dokternya terinfeksi corona, Puskesmas Simpang Kiri, Kecamatan Tenggulun, Kabupat

  • Sabtu, 27/06/2020 22:57 WIB

    Gegara Positif Corona di Aceh Terus Bertambah, Wilayah Perbatasan Akan Diperketat

    BANDA ACEH - Pemerintah Aceh dan bupati/walikota bersama Forkopimda akan memperketat pengawasan lalu-lintas orang di pintu masuk ke Aceh di wilayah perbatasan. Setiap pelintas perbatasan Aceh wajib me

  • Sabtu, 27/06/2020 22:40 WIB

    Bertambah Lagi 8 Kasus Baru, Positif Covid-19 di Aceh Menjadi 77 Orang

    BANDA ACEH - Kasus positif infeksi virus corona, penyebab penyakit Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), bertambah lagi delapan orang, sehingga total kasus menjadi 77 orang. Hal tersebut disampaikan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir