3 Nelayan Aceh Diduga Nyasar ke Negara Lain

Oleh: Redaksi
Senin, 07/10/2019 20:42 WIB
Foto: ilustrasi/net

BANDA ACEH - Tiga nelayan asal Kampung Jawa, Banda Aceh, Aceh, yang melaut untuk menangkap ikan tuna sudah 20 hari tidak pulang. Biasanya, mereka melaut selama 12 hari.

"(Sampai hari ini) belum ada kabar. Kita akan menyurati pemerintah Aceh, KBRI, serta Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP)," kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek kepada wartawan, Senin (7/10/2019).

Ketiga nelayan yang belum diketahui nasibnya itu adalah Munazir (33), Kaha (33), dan Man (20). Mereka berangkat melaut dari pelabuhan Kampung Jawa pada 17 September lalu.

Kabar belum kembalinya ketiga nelayan ini dilaporkan keluarga Munazir ke Kantor Panglima Laot Aceh. Menurut Miftach, nelayan KM Athiya ini biasanya mencari ikan pada jarak 50-100 mil dari Banda Aceh.

Mereka biasanya pulang setelah berada di laut selama 12 hari. Pihak Panglima Laot menduga mereka hilang akibat kabut asap yang melanda Aceh beberapa waktu lalu.

Miftach mengatakan, pada hari keempat mereka melaut, kapal ketiga nelayan tersebut sempat bertemu dengan kapal pukat langga. Kondisi ketiganya saat itu disebut dalam keadaan baik dan mereka juga sudah mendapatkan empat ekor tuna besar.

"Setelah hari kelima dan pada hari tersebut juga di Aceh sedang mengalami kabut asap. Ketiga nelayan tersebut hilang kontaknya dan tidak bisa dihubungi lagi, baik dengan menggunakan radio maupun dengan menggunakan handphone," jelas Miftach.

Dia mengaku khawatir ketiga nelayan itu nyasar ke perairan negara lain dan ditangkap. Miftach berharap ketiganya bisa ditemukan dalam keadaan selamat.

"Kami curiga mereka pada saat hari kelima melaut tersesat dan masuk ke wilayah perairan India atau Thailand dan mereka di tangkap oleh Angkatan Laut India atau Thailand," kata Miftach.

"Panglima Laot Aceh berharap agar semua pihak bisa berdoa agar ketiga nelayan ini bisa ditemukan dalam keadaan selamat," pungkasnya.

Sumber: Antara

Tag:nelayan aceh
Berita Terkait
  • Selasa, 09/06/2020 17:54 WIB

    Nelayan Aceh Lihat Kapal Rohingya di Selat Malaka

    BANDA ACEH - Personel Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Aceh mendapat laporan adanya kapal etnis Rohingya berlayar ke arah perairan Selat Malaka. Polisi meningkatkan patroli untuk me

  • Rabu, 03/06/2020 18:40 WIB

    Bekerja di Kapal Asing, ABK Asal Aceh Dilaporkan Sudah Meninggal Dunia

    BANDA ACEH - Seorang anak buah kapal (ABK) asal Gampong Rawa, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, bernama Fadhil (26) yang bekerja di kapal asing dilaporkan hilang sejak November 2019. Rusli Ahmad (53)

  • Jumat, 29/05/2020 10:52 WIB

    Panglima Laot Aceh Minta Pemerintah Bantu 116 Nelayan Ditahan di 3 Negara

    BANDA ACEH - Sebanyak 116 nelayan Aceh ditahan di tiga negara karena melewati perbatasan saat melaut. Pihak keluarga mengaku khawatir karena sudah lima bulan tidak mendapat kabar terbaru terkait penan

  • Selasa, 31/03/2020 18:15 WIB

    Nelayan Aceh Tetap Melaut Meski Corona

    BANDA ACEH - Nelayan Aceh tetap melaut seperti biasa meski virus Corona mewabah. Para nelayan berharap pemerintah tidak menerapkan status lockdown yang dapat menyulitkan mereka mencari ikan. "Hingga

  • Jumat, 11/10/2019 19:53 WIB

    Lagi, Tiga nelayan Aceh Ditangkap Otoritas India di Andaman

    BANDA ACEH - Tiga nelayan Aceh, warga Kabupaten Aceh Timur, ditangkap otoritas India di perairan Kepulauan Andaman, kata Anggota DPR Aceh Iskandar Usman Al Farlaky. "Ketiganya ditangkap setelah Kedut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir