• Home
  • Peristiwa
  • 2 Tahun Tunjangan Tak Dibayar, Guru di Aceh Geruduk Ombudsman

2 Tahun Tunjangan Tak Dibayar, Guru di Aceh Geruduk Ombudsman

Oleh: Redaksi
Senin, 30/07/2018 19:48 WIB
Dibaca: 634 kali
Foto: ilustrasi/google.com

BANDA ACEH - Guru di Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, ramai-ramai mendatangi Ombudsman. Para guru itu curhat dana tunjangan daerah terpencil sudah tidak diberikan sejak dua tahun lalu.

Para guru yang datang ke kantor Ombudsman Aceh ini merupakan guru tingkat SD, SMP, dan SMA yang mengajar di Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh. Salah seorang guru SMP 1 Pulo Aceh, Dede Kurniawan, mengatakan mereka terakhir kali mendapatkan uang tunjangan daerah terpencil pada Desember 2016.  

"Tahun 2017 tidak dapat, kalau 2018 ini belum ada kabar. Kalau dijanjikan sudah ada, tapi proses belum ada dan sekarang belum ada titik terang," kata Dede kepada wartawan, Senin (30/7/2018).  

Jumlah guru yang mengajar di tiga sekolah tersebut sebanyak 100 orang, ditambah 50 guru tidak tetap. Selain mengadu ke Ombudsman, para guru ini sudah beberapa kali curhat ke dinas pendidikan hingga asisten 3 Gubernur Aceh.  

Sementara itu, seorang guru SMA 1 Pulo Aceh, Bismi Aulia, mengatakan dirinya terakhir kali mendapat tunjangan daerah terpencil pada Desember 2016 sebesar gaji pokok. Setelah itu, dana itu tak pernah cair lagi.  

"Kami sebagian besar KTP di sana, tapi juga ada yang tinggal di Banda Aceh," jelas Bismi.  

Menurutnya, guru di Pulau Nasi dalam dua tahun terakhir memang tidak mendapat dana tunjangan daerah terpencil sama sekali. Sedangkan untuk sebagian guru di Pulau Breueh, dana tersebut sudah cair sebagian. Para tenaga pengajar ini sudah beberapa kali curhat tapi hingga kini nasibnya belum jelas.  

"Di ibu kota kecamatan yang mendapatkan dana daerah khusus, sedangkan kami yang tinggal dititik nol RI dan naik bukit itu tidak dapat. Dari aturan ada yang dari pusat dan daerah, biasanya dari pusat dari Dirjen Pendidikan Dasar," jelasnya.  

"(Alasan tidak dapat) dibilang katanya data kampung belum solid, tapi kita sudah duduk dengan aparat desa dan sudah kita bereskan," ungkapnya.  

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman Aceh Taqwaddin mengatakan pihaknya akan melakukan verifikasi ke dinas pendidikan terkait penetapan sekolah terpencil atau bukan. Dia menilai seperti ada diskriminasi dalam penentuan sekolah daerah terpencil.  

"Kita berharap kalau semua sekolah di Palo Aceh itu bisa dikategorikan daerah terpencil, terluar, terdepan, maka saya kira tidak rugi kalau mereka dapat tunjangan tersebut. Kenapa harus pilih kasih sebagian dapat sebagian tidak, ini yang jadi pertanyaan bagaimana mendata dan menata agar semua mereka bisa dapat," jelas Taqwaddin.  

Pihak Ombudsman Aceh, kata Taqwaddin, akan melakukan verifikasi untuk mengetahui ada-tidaknya aturan yang dilanggar terkait pemberian tunjangan tersebut. Soalnya, sebagian guru di kecamatan yang mendapat dana tersebut mendata yang mengajar di pelosok tidak menerimanya.  

"Kalau diverifikasi ada temuan, maka akan koordinasikan kepada pemerintah setempat. Tidak boleh main-main dalam menata hak guru, nanti setelah kita temukan dugaan maladministrasi kemudian kita koordinasi, dan akan kita keluarkan hasil pemeriksaan dengan solusi," ungkap Taqwaddin. 

Sumber: detik.com

Tag:Aceh BesarGuru Honorerombudsman acehpulo aceh
Berita Terkait
  • Kamis, 23/05/2019 16:19 WIB

    Polresta Banda Aceh Gagalkan Pengiriman 1 Ton Ganja ke Jakarta

    BANDA ACEH - Polresta Banda Aceh menggagalkan pengiriman ganja sebanyak satu ton ke Jakarta. Tiga orang ditangkap, sedangkan dua orang lainnya masih diburu. "Ganja hendak dibawa menggunakan truk ol

  • Jumat, 10/05/2019 14:07 WIB

    Ombudsman ke PLN: Aceh Selalu Jadi Korban Pemadaman!

    BANDA ACEH - Listrik di Aceh masih mengalami nyala-padam alias byarpet. Ombudsman meminta Pemerintah Aceh dan PLN mencari solusi agar listrik tidak lagi menggunakan sistem interkoneksi dengan Sumatera

  • Senin, 01/04/2019 19:14 WIB

    Tabung Kompresor Meledak, 2 Nelayan Aceh Besar Meninggal

    ACEH BESAR - Sebanyak dua nelayan Aceh Besar meninggal dunia setelah tabung kompresor yang digunakan untuk menyelam meledak di perairan Aceh Besar. Wakil Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftachhuddin

  • Minggu, 17/03/2019 19:48 WIB

    Jalan Jantho-Lamno Sudah Bisa Dilewati

    ACEH BESAR - Ketua Komisi IV DPRA, Tgk Anwar, SPd MM menyampaikan bahwa ruas jalan Jantho (Kabupaten Aceh Besar) - Lamno (Kabupaten Aceh Jaya), sepanjang 60 Km sudah bisa dilewati. "Meski belum fun

  • Senin, 25/02/2019 12:23 WIB

    Sepasang Remaja Terciduk Mesum di Mesjid Jamik Saree

    ACEH BESAR - Sepasang remaja kepergok warga saat tengah asyik mesum di atas lantai dua Masjid Jamik, Saree, Aceh Besar. Video keduanya berhubungan badan viral di media sosial. "Keduanya masih di bawa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir