• Home
  • Peristiwa
  • 2 Tahun Tunjangan Tak Dibayar, Guru di Aceh Geruduk Ombudsman

2 Tahun Tunjangan Tak Dibayar, Guru di Aceh Geruduk Ombudsman

Oleh: Redaksi
Senin, 30/07/2018 19:48 WIB
Dibaca: 782 kali
Foto: ilustrasi/google.com

BANDA ACEH - Guru di Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, ramai-ramai mendatangi Ombudsman. Para guru itu curhat dana tunjangan daerah terpencil sudah tidak diberikan sejak dua tahun lalu.

Para guru yang datang ke kantor Ombudsman Aceh ini merupakan guru tingkat SD, SMP, dan SMA yang mengajar di Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh. Salah seorang guru SMP 1 Pulo Aceh, Dede Kurniawan, mengatakan mereka terakhir kali mendapatkan uang tunjangan daerah terpencil pada Desember 2016.  

"Tahun 2017 tidak dapat, kalau 2018 ini belum ada kabar. Kalau dijanjikan sudah ada, tapi proses belum ada dan sekarang belum ada titik terang," kata Dede kepada wartawan, Senin (30/7/2018).  

Jumlah guru yang mengajar di tiga sekolah tersebut sebanyak 100 orang, ditambah 50 guru tidak tetap. Selain mengadu ke Ombudsman, para guru ini sudah beberapa kali curhat ke dinas pendidikan hingga asisten 3 Gubernur Aceh.  

Sementara itu, seorang guru SMA 1 Pulo Aceh, Bismi Aulia, mengatakan dirinya terakhir kali mendapat tunjangan daerah terpencil pada Desember 2016 sebesar gaji pokok. Setelah itu, dana itu tak pernah cair lagi.  

"Kami sebagian besar KTP di sana, tapi juga ada yang tinggal di Banda Aceh," jelas Bismi.  

Menurutnya, guru di Pulau Nasi dalam dua tahun terakhir memang tidak mendapat dana tunjangan daerah terpencil sama sekali. Sedangkan untuk sebagian guru di Pulau Breueh, dana tersebut sudah cair sebagian. Para tenaga pengajar ini sudah beberapa kali curhat tapi hingga kini nasibnya belum jelas.  

"Di ibu kota kecamatan yang mendapatkan dana daerah khusus, sedangkan kami yang tinggal dititik nol RI dan naik bukit itu tidak dapat. Dari aturan ada yang dari pusat dan daerah, biasanya dari pusat dari Dirjen Pendidikan Dasar," jelasnya.  

"(Alasan tidak dapat) dibilang katanya data kampung belum solid, tapi kita sudah duduk dengan aparat desa dan sudah kita bereskan," ungkapnya.  

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman Aceh Taqwaddin mengatakan pihaknya akan melakukan verifikasi ke dinas pendidikan terkait penetapan sekolah terpencil atau bukan. Dia menilai seperti ada diskriminasi dalam penentuan sekolah daerah terpencil.  

"Kita berharap kalau semua sekolah di Palo Aceh itu bisa dikategorikan daerah terpencil, terluar, terdepan, maka saya kira tidak rugi kalau mereka dapat tunjangan tersebut. Kenapa harus pilih kasih sebagian dapat sebagian tidak, ini yang jadi pertanyaan bagaimana mendata dan menata agar semua mereka bisa dapat," jelas Taqwaddin.  

Pihak Ombudsman Aceh, kata Taqwaddin, akan melakukan verifikasi untuk mengetahui ada-tidaknya aturan yang dilanggar terkait pemberian tunjangan tersebut. Soalnya, sebagian guru di kecamatan yang mendapat dana tersebut mendata yang mengajar di pelosok tidak menerimanya.  

"Kalau diverifikasi ada temuan, maka akan koordinasikan kepada pemerintah setempat. Tidak boleh main-main dalam menata hak guru, nanti setelah kita temukan dugaan maladministrasi kemudian kita koordinasi, dan akan kita keluarkan hasil pemeriksaan dengan solusi," ungkap Taqwaddin. 

Sumber: detik.com

Tag:Aceh BesarGuru Honorerombudsman acehpulo aceh
Berita Terkait
  • Sabtu, 16/05/2020 21:58 WIB

    Hujan Deras, Rumah Warga di Lhoong Kebanjiran

    ACEH BESAR - Tingginya intensitas yang melanda Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar mengakibatkan aliran sungai Krueng Kala meluap sehingga merendam beberapa unit rumah warga di daerah setempat. &

  • Selasa, 12/05/2020 21:56 WIB

    Pelayanan Air Bersih di Banda Aceh Disoroti Ombudsman

    BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh menyoroti pelayanan air bersih di Kota Banda Aceh yang dikelola PDAM Tirta Daroy menyusul banyak keluhan masyarakat. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Ta

  • Kamis, 02/04/2020 16:47 WIB

    Ombudsman Minta Jam Malam di Aceh Dicabut

    BANDA ACEH - Pemerintah Aceh memberlakukan jam malam untuk mengurangi aktivitas warga di luar rumah demi mencegah penyebaran virus corona. Ombudsman Aceh menilai penerapan jam malam di Aceh tidak tepa

  • Sabtu, 28/03/2020 15:12 WIB

    Bupati Aceh Besar Surati Menhub Minta Bandara SIM Tutup Sementara

    ACEH UTARA - Bupati Aceh Besar Mawardi Ali menyurati Menteri Perhubungan (Menhub) menutup sementara Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM). Penutupan ini untuk mencegah penyebaran virus Coro

  • Kamis, 26/03/2020 10:14 WIB

    Tabrak Pagar Pembatas di Kawasan Seumapet, Kernet Truk Meninggal Dunia

    ACEH BESAR - Seorang kernet meninggal dunia tertimpa besi yang diangkut truk diawakinya setelah kendaraan tersebut menabrak pagar pembatas jalan di kawasan Seunapet, Lembah Seulawah. Kepala Kantor Pe

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir