• Home
  • Peristiwa
  • 114 Bacaleg Aceh Tak Lolos, 39 di Antaranya Tidak Lulus Baca Al-Quran

114 Bacaleg Aceh Tak Lolos, 39 di Antaranya Tidak Lulus Baca Al-Quran

Oleh: Redaksi
Minggu, 22/07/2018 10:44 WIB
Dibaca: 257 kali
Foto: kumparan.com

BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menggelar rapat pleno hasil verifikasi bakal calon legislatif (bacaleg) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Ketua Pokja Uji Baca Al-Quran, Akmal Abzal, mengungkapkan ada 1.338 orang yang mengikuti tes bacaleg Aceh.

Dari hasil rapat tersebut, sebanyak 114 bacaleg dinyatakan gugur dan 39 di antaranya tidak lulus tes mampu baca Al-Quran.

“Artinya ada sebanyak 114 orang yang dinyatakan gugur. Mereka harus digantikan oleh calon lain dalam masa perbaikan,” kata Akmal, Sabtu (21/7/2018) malam, usai rapat pleno.

Selain 39 orang yang tidak lulus uji baca Al-Quran, sebanyak 75 orang lainnya dinyatakan gugur karena tidak hadir hingga batas uji baca Al-Quran berakhir.

Meski demikian, Akmal menyebutkan para bacaleg yang mengikuti tes umumnya lulus dalam uji baca Al-Quran. Hanya saja, sebagian kecil dinyatakan tidak lulus setelah dites oleh tim penguji independen.  

Adapun jumlah keseluruhan bacaleg yang lulus sebanyak 1.220 orang dan 4 di antaranya non-muslim yang tidak wajib mengikuti tes tersebut.

Bacaleg yang telah dinyatakan gugur diberikan masa perbaikan selama sepuluh hari, mulai tanggal 22 hingga 31 Juli 2018.

“Berharap seluruh partai dapat menggantikan para bacalegnya yang tidak lulus uji baca Al-Quran dan gugur selama masa perbaikan nanti,” imbuh Akmal.

Di samping itu, anggota KIP Aceh Munawarsyah menemukan sejumlah kekurangan lainnya. Mereka menemukan dokumen atau persyaratan bacaleg yang masih kurang lengkap, seperti ijazah bermasalah, surat kesehatan kurang lengkap, nama tidak sesuai dengan KTP, serta belum adanya surat keterangan dari pengadilan negeri untuk kelengkapan syarat. 

"Semua itu harus dilengkapi di masa perbaikan,” ucap Munawarsyah sambil mengumumkan pada seluruh perwakilan 20 partai politik, baik nasional maupun lokal, yang hadir dalam rapat pleno itu.

Uji kemampuan tes baca Al-Quran merupakan implementasi dari Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2008 tentang Partai Politik Peserta Pemilu untuk Anggota DPRA dan DPRK yang merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh.

Sumber: kumparan.com

Tag:alquranbacalegPemilu 2019politik
Berita Terkait
  • Jumat, 08/03/2019 18:21 WIB

    Perempuan Aceh Suarakan Pemilu Bersih

    BANDA ACEH - Puluhan perempuan Aceh menyuarakan pemilu bersih dan bebas dari praktik politik uang pada peringatan hari perempuan se-dunia, Jumat (8/2/2019). "Kita menuntut agar pemilu serentak 2019 b

  • Jumat, 08/03/2019 15:18 WIB

    Dua WNA Asal Belanda dan Taiwan Dicoret dari DPT di Aceh

    BANDA ACEH - Dua warga negara asing (WNA) di Aceh diketahui memiliki KTP dan nama mereka juga masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh mengaku sudah mencoret nama

  • Selasa, 05/03/2019 19:55 WIB

    94 Tokoh Ulama Aceh Imbau Elite Berpolitik tak Tebar Fitnah

    JAKARTA - Sejumlah ulama Aceh menyampaikan akan mendukung pemerintah dalam mengklarifikasi berita bohong maupun hoaks kepada masyarakat."Karena kami harus membenarkan yang benar dan untuk apa kita ben

  • Selasa, 05/03/2019 16:38 WIB

    Tiada Biaya, Gadis Penghapal 20 Juz Quran Terpaksa Berhenti Kuliah

    LHOKSEUMAWE - Cut Winda Sari (18), warga Desa Ujong Blang, Kecamatan Sakti, Kota Lhokseumawe, tersenyum saat menerima kedatangan sejumlah wartawan ke rumahnya, Selasa (5/3/2019). Anak kedua pasangan

  • Selasa, 05/03/2019 15:35 WIB

    Ditemani Surya Paloh, Ulama Aceh Temui Jokowi di Istana Negara

    JAKARTA - Ketum NasDem Surya Paloh memimpin rombongan ulama Aceh menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Surya Paloh sempat berbicara peran ulama dan masyarakat Aceh untuk Bangsa Indon

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir