• Home
  • Olahraga
  • PON di Papua, Pemerintah Aceh Cuma Beri Uang Rp10 Miliar

PON di Papua, Pemerintah Aceh Cuma Beri Uang Rp10 Miliar

Oleh: Mismail
Kamis, 26/09/2019 23:08 WIB
Dibaca: 111 kali
Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar (Foto: Istimewa/WartaAceh.com

BANDA ACEH - Ambisi Pemerintah Aceh yang mengusung misi mengembangkan dan meningkatkan prestasi olahraga Aceh di tingkat nasional sepertinya bualan belaka. Bahkan Aceh terancam tak bisa ikut PON.

Kontingen Olahraga Provinsi Aceh dipastikan bakal tidak ikut Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di Papua, karena anggaran yang dialokasikan Pemerintah Aceh dalam APBA 2020 Rp 10 milyar sangat tidak cukup. 

Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar yang akrab disapa Aburazak kepada wartawan Kamis (26/9/2019) menyatakan, Aceh tidak akan PON XX/2020 Papua, karena anggaran yang disediakan hanya Rp 10 milyar.

"Anggaran yang dialokasikan Pemerintah Aceh hanya Rp 10 milyar pada APBA 2020 untuk menghadapi PON sangat tidak cukup," ujarnya. 

Sebutnya, dengan anggaran yang dialokasikan Rp.10 milyar semuanya disitu untuk biaya kesekretariatan, biaya pemusatan latihan daerah (Pelatda) atlet selama setahun, peralatan, perlengkapan, keberangkatan dan kepulangan kontingen, biaya selama mengikuti PON, termasuk bonus atlet peraih medali, sangat tidak cukup dan mungkin tidak bisa ikut ke PON Papua. 

Katanya,  anggaran yang dialokasikan tersebut sangat jauh berkurang ketika Kontigen Aceh persiapan dan mengikuti PON XIX/2016 di Jawa Barat yang saat itu anggaran disediakan Rp. 32 milyar. "Di PON  Bandung, Jawa Barat, 2016 saja 32 milyar. Sekarang di Papua yang jauh, tiket saja sudah beda mahalnya, anggaran cuma 10 milyar", jelasnya. 

"Padahal kita KONI Aceh sudah mengajukan anggaran Rp 55 milyar, anggaran yang wajar untuk persiapan atlet melalui Pelatda selama setahun, try-out (ujicoba atlet), peralatan, perlengkapan, keberangkatan, kepulangan kontingen, selama mengikuti PON", sebutnya. 

Anggaran yang wajar tersebut diajukan, sebutnya, juga mendukung upaya Aceh memperbaiki peringkat di PON Papua, dari PON XIX/2016 di Jawa Barat yang meraih peringkat 17 dengan meraih 8 medali emas, 7 medali perak dan 9 perunggu, terbaik sejak PON pertama di Surakarta 1948. 

"Kita target berupaya bisa masuk 10 besar di PON Papua. Tapi kalau anggaran yang diberikan cuma Rp. 10 milyar,  justru kita tidak bisa ikut PON XX/2020 di Papua", katanya. 

Disebutkannya, akan segera memanggil Pengprov cabang olahraga untuk duduk bersama, dengan ketua umum. "Kita kita perlu sampaikan hal tersebut kepada Pengprov cabang olahraga", terangnya. 

KONI Aceh telah menargetkan sedikitnya bisa mololoskan 125 atlet ke PON Papua. Saat ini masih sekitar dua ratusan atlet sedang menjalani Pelatda yang bersiap-siap mengikuti Pra PON dan Porwil di Bengkulu November mendatang, untuk berjuang meraih tiket ke PON Papua. 

Sementara saat ini sudah 33 atlet Aceh lolos PON dari cabang angkat besi tiga atlet, atletik (5),  petanque (8), judo (2), balap sepeda (2), golf (2), balap motor (3),menembak (2), panahan sudah meloloskan 6 atlet,  dan masih berlangsung, Sabtu, 28 Septmber baru selesai.

Dalam cabang beregu, Tim Rugby Aceh, putra dan putri juga lolos ke PON, hasil Pra PON di Bali awal September lalu. 

Tag:atlit acehkoni acehpon papua 2020
Berita Terkait
  • Selasa, 03/09/2019 14:17 WIB

    Tim Rugby Aceh Lolos PON Papua 2020

    BANDA ACEH - Prestasi yang cukup membanggakan ditunjukkan oleh Tim Rugby Aceh Putra dan Putri pada Pra Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) Cabang Olahraga Rugby yang berlangsung di Bali, 27

  • Minggu, 05/05/2019 18:46 WIB

    Aceh Siap Selenggarakan PON tahun 2024

    BANDA ACEH - Aceh siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2024 yang akan digelar di dua provinsi yakni Aceh dani Sumatera Utara. Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Ab

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir