• Home
  • KOLOM
  • Bahaya Pemanis Buatan Bagi Ibu Hamil

Bahaya Pemanis Buatan Bagi Ibu Hamil

Selasa, 03/01/2017 22:43 WIB
Dibaca: 438 kali
Foto: ilustrasi/google.com

Oleh: Rosita Rahmamarta dan Rizky Putri Pratiwi 

Masa kehamilan adalah masa-masa penting di mana seorang ibu harus benar-benar memperhatikan kualitas dan kuantitas asupan gizi yang dikonsumsi setiap harinya. Nutrisi yang dimakan harus memenuhi angka kebutuhan minimal untuk diri sendiri dan sang janin.

Tidak sedikit ibu hamil yang tidak sadar bahwa makanan atau minuman yang dikonsuminya mengandung bahan  yang kurang sehat untuk dikonsumsi seperti pemanis buatan. Beberapa penelitian merekomendasikan ibu hamil untuk membatasi konsumsi makanan yang mengandung pemanis rendah kalori.

Pemakaian pemanis buatan guna meningkatkan keamanan, kualitas, dan kestabilan rasa produk pangan. Menurut BPOM (2004) pemanis buatan tidak diizinkan penggunaannya pada produk pangan untuk kelompok tertentu seperti bayi, balita, ibu hamil dan menyusui dikarenakan adanya upaya untuk memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatan kelompok tersebut.

Pernahkah anda melihat atau membaca aspartam dan sakarin pada label ingredients minuman atau makanan ringan yang anda konsumsi? Amankah untuk dikonsumsi oleh ibu hamil?

Aspartam adalah pemanis buatan rendah kalori yang banyak ditemukan di produk softdrink, permen karet, beragam minuman dalam kemasan, sereal, produk olahan susu, serta sebagai pemanis dalam beberapa jenis obat.

Aspartam masih aman dikonsumsi ibu hamil, tetapi tidak boleh lebih dari satu sampai dua ounce per harinya atau 0-40 mg/kg berat badan, dan itu merupakan batas maksimum konsumsi aspartam berdasarkan Perka BPOM Nomor 4 Tahun 2004.

Kelebihan mengkonsumsi aspartam akan menyebabkan mual-mual, kembung, insomnia, sulit bernapas, diare, sulit tidur, dan gangguan indera perasa. Penyakit kronis yang dapat disebabkan oleh penggunaan aspartam yang berlebihan antara lain multiple sklerosis, epilepsi, sindrom kelelahan kronis, parkinson, lupus, alzheimer, cacat mental, limfoma, kelainan pada kelahiran anak.

Berdasarkan buku Martindale: The Complete Drug Reference, konsumsi pemanis buatan berlebih terutama aspartam dapat meningkatkan insiden kanker otak pada anak-anak.

Sementara itu sakarin adalah pemanis buatan paling murah dengan tingkat kemanisan 300-400 kali gula sehingga banyak digunakan di makanan dan minuman dalam kemasan. Sakarin sendiri banyak digunakan pada makanan dan minuman bebas kalori, misalnya selai, permen, buah kaleng, permen, saus salad, produk kosmetik, dan lain-lain.

Beberapa merek dagang sakarin diantaranya adalah Saccharol, Saccharinose, Sykose, dan Saxin. Berdasarkan Journal of Reproduction Medical, sakarin dilarang untuk dikonsumsi ibu hamil karena sakarin dapat masuk ke dalam plasenta dan tertahan dalam jaringan fetal sehingga dapat menyebabkan janin cacat lahir.

Oleh karena itu disarankan untuk ibu hamil menghindari konsumsi sakarin selama kehamilan. Sanyangilah keluarga anda!

*Penulis adalah mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan IPB.

T#g:
komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

Karir