• Home
  • Hukum
  • Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Kemenag Aceh Ditahan

Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Kemenag Aceh Ditahan

Oleh: Redaksi
Kamis, 09/08/2018 20:47 WIB
Dibaca: 1.199 kali
Foto: detik.com

BANDA ACEH - Satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Kementerian Agama (Kemenag) Aceh ditahan Kejati. Tersangka Hendra Saputra merupakan Direktur PT Supernova yang menjadi rekanan dalam pembangunan gedung dengan anggaran Rp 1,1 miliar tersebut.

Hendra dibawa keluar dari gedung Kejati Aceh di Banda Aceh sekitar pukul 16.40 WIB, Kamis (9/8/2018). Tersangka Hendra mengenakan rompi tahanan oranye dan menutup muka pakai tangan. Setelah sempat dibawa ke klinik di kompleks Kejati Aceh, Hendra selanjutnya dibawa ke Rutan Kajhu di Aceh Besar.  

"Tersangka yang kita bawa ini Hendra Saputra Direktur PT Supernova dalam kasus dugaan korupsi pada kantor Kemenag Aceh yang bersumber dari APBN tahun 2015 sebesar Rp 1,1 miliar," kata Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Aceh Munawal Hadi kepada wartawan.  

Alasan dilakukan penahanan terhadap Hendra, kata Munawal yaitu sesuai yang diatur KUHP seperti takut tersangka melarikan diri, mengulangi perbuatannya atau menghilangkan barang bukti. Kejati menahan Hendra selama 20 hari karena tidak kooperatif saat kasus ini ditangani penyidik.  

"Kerugian negara (dalam kasus ini) yaitu total loss," ungkap Munawal.  

Beberapa hari lalu, Kejati Aceh juga sudah pernah menggeledah Kantor Supernova di Banda Aceh. Penggeledahan dilakukan untuk mencari dokumen terkait kasus dugaan korupsi perencanaan pembangunan Kemenag Aceh. Dalam kasus ini, PT Supernova merupakan rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.  

"Kasus ini sekarang masih dalam tahan penyidikan. Ada dua tersangka tapi yang baru kita tahan Hendra," jelas Munawal.  

Sementara itu, Kuasa Hukum Tersangka Hendra, Muslim Muis, mengatakan, pihaknya akan melakukan praperadilan dan upaya hukum lainnya terkait penahanan Hendra. Menurutnya, hingga kini belum ada kerugian negara yang timbul dalam kasus tersebut.  

"Memang ini kewenangan Kejaksaan untuk melakukan penahanan, tapi beliau juga punya hak untuk melakukan hal-hal yang bisa menyatakan penahanan tidak sah. Langkah hukum yang akan diambil kita koordinasi dulu dengan tersangka," kata Muslim.  

"Disamping praperadilan ada upaya hukum lainnya. Menurut analisis hukum kita kerugian negara belum ada, siapa yang audit. Sampai hari ini belum ada itu," jelasnya. 

Sumber: detik.com

Tag:gedung kemenag acehKemenag AcehKorupsi
Berita Terkait
  • Selasa, 29/01/2019 14:44 WIB

    Jaksa Banda Aceh Jebloskan Ibu dan Anak ke Penjara

    BANDA ACEH - Dua terpidana kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran, Dheni Okta Pribadi dan Ratziati Yusri dijebloskan ke penjara. Ibu dan anak ini terbukti korupsi Rp 17,5 miliar. Dheni adal

  • Selasa, 15/01/2019 08:05 WIB

    Gula Darah Naik, Irwandi Yusuf Minta Fasilitas Penyimpanan Obat ke KPK

    JAKARTA - Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf mengeluh sakit ketika hendak menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (14/1/2019). Sidang seharusnya dimulai sejak pagi tadi. Namu

  • Jumat, 11/01/2019 21:41 WIB

    Kemenag Rekomendasikan 14 Travel Umrah di Aceh

    BANDA ACEH - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh merekomendasi 14 travel umrah dan haji plus yang memiliki izin resmi di provinsi paling barat Indonesia itu. "Bagi masyarakat y

  • Rabu, 19/09/2018 14:46 WIB

    KPK Pastikan OTT Irwandi Yusuf Sesuai Prosedur

    JAKARTA - KPK memastikan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Irwandi Yusuf selaku Gubernur Aceh sudah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. OTT KPK terhadap Irwandi Yusuf itu yang kemudian digu

  • Kamis, 06/09/2018 14:32 WIB

    KPK Sita 'Duit Jajan' Rp 39 Juta yang Dikembalikan Irwandi Yusuf

    JAKARTA - Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf pernah melaporkan Rp 39 juta sebagai gratifikasi di dalam rekeningnya. KPK kemudian menyita uang itu tetapi tidak memprosesnya sebagai gratifikasi, kenap

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir