• Home
  • Hukum
  • Terdakwa Sabu Minta Dibebaskan dari Hukuman Mati

Terdakwa Sabu Minta Dibebaskan dari Hukuman Mati

Oleh: Redaksi
Senin, 18/02/2019 19:19 WIB
Foto: ilustrasi/google.com

BANDA ACEH - Empat terdakwa narkoba jenis sabu-sabu dengan barang bukti mencapai 50 kilogram yang dituntut hukuman mati serta seorang lainnya yang dituntut seumur hidup minta dibebaskan dari hukuman tersebut.

Permintaan tersebut disampaikan Nurul Ramadhani, penasihat hukum ke empat terdakwa, dalam nota pembelaan pada sidang di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (18/2/2019).

Empat terdakwa yang dituntut hukuman mati yakni Albakir, Azhari, Abdul Hannas, dan Mahyuddin. Sedangkan terdakwa yang dituntut hukuman seumur hidup yakni Razali alias Doyok.

Para terdakwa merupakan warga Aceh Timur. Para terdakwa ditangkap secara terpisah pada Juni 2018. Dua tersangka ditangkap di perairan Selat Malaka, tiga lainnya di beberapa tempat di Aceh Timur.

Nurul Ramadhani mengatakan, para terdakwa meminta dibebaskan dari tuntutan hukuman mati serta dihukum seringan-ringannya karena tindak pidana yang mereka lakukan karena terpaksa.

Selain itu, sebut Nurul Ramadhani, para terdakwa juga tidak pernah dihukum dan memiliki tanggungan keluarga. Para terdakwa juga menyesali perbuatannya

"Mereka terpaksa menjadi kurir narkoba karena tidak ada pekerjaan. Mereka juga diiming-imingi uang yang banyak. Namun, uang tersebut tidak pernah mereka terima," kata Nurul Ramadhani.

Majelis hakim diketuai Bakhtiar melanjutkan persidangan pada Senin 25 Februari 2019 dengan agenda mendengarkan sanggahan jaksa penuntut umum terhadap pembelaan terdakwa.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muliana dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur menuntut terdakwa Albakir, Azhari, Abdul Hannas, dan Mahyuddin dengan hukuman mati. Sedangkan terdakwa Razali alias Doyok dituntut hukuman seumur hidup.

JPU menyebutkan terdakwa Abdul Hannas menyuruh terdakwa Mahyuddin mengambil pesanan narkoba di perairan Malaysia. Lalu, terdakwa Mahyuddin memerintahkan terdakwa Albakir dan Azhari mengambil pesanan tersebut.

Keduanya berangkat menuju perairan Penang, Malaysia. Setelah itu, terdakwa Mahyuddin menerima informasi pesanan tersebut sudah terima. Kemudian, terdakwa Mahyuddin memerintahkan terdakwa Razali mengambilnya di Pantai Kuala Glumpang, Aceh Timur.

Namun, terdakwa Albakir dan Azhari ditangkap petugas patroli bea cukai dan kepolisian di perairan Idi. Kemudian, tiga terdakwa lainnya turut ditangkap di tempat terpisah

"Para terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika," kata Muliana.

Sumber: Antara

Tag:Banda Acehsidang sabu
Berita Terkait
  • Sabtu, 11/07/2020 15:21 WIB

    Isnaini Husda Apresiasi Pemko Disinfeksi Rumah Ibadah di Banda Aceh

    BANDA ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh hari ini kembali melakukan disinfeksi di sejumlah rumah ibadah di Kota Banda Aceh. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Tindakan ter

  • Sabtu, 11/07/2020 14:54 WIB

    Kepala Balai Bahasa Aceh Terima Hibah Buku Aceh

    BANDA ACEH - Kepala Balai Bahasa Aceh, Muhammad Muis mengunjungi Bandar Publishing, yang berada di Lamgugob, Jumat (10/7) di Banda Aceh.Muhammad Muis, didampingi Kasubbag. TU Agus Priatna, Bendahara M

  • Senin, 29/06/2020 16:50 WIB

    RSU Zainoel Abidin Tambah 24 Ruang Isolasi Pasien Covid-19

    BANDA ACEH - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, diwakili Sekretaris Daerah Aceh dr Taqwallah MKes meresmikan pengoperasian 24 ruang isolasi tambahan untuk penanganan pasien Covid-19 di Rum

  • Kamis, 28/05/2020 10:33 WIB

    Berani Aniaya Polantas Banda Aceh, Pemotor Ini Kena Batunya

    BANDA ACEH - Dua pengendara sepeda motor, seorang di antaranya positif mengonsumsi narkoba, diduga menganiaya seorang polisi yang bertugas di Satuan Lalu Lintas Polresta Banda Aceh. Kapolresta Band

  • Sabtu, 23/05/2020 13:40 WIB

    Polisi dan TNI Amankan Malam Takbiran di Banda Aceh

    BANDA ACEH - Polresta Banda Aceh mengerahkan 300 personel untuk mengamankan malam lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah atau 2020 Masehi di ibu kota provinsi Aceh tersebut.Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol T

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir