• Home
  • Hukum
  • Terdakwa Sabu Minta Dibebaskan dari Hukuman Mati

Terdakwa Sabu Minta Dibebaskan dari Hukuman Mati

Oleh: Redaksi
Senin, 18/02/2019 19:19 WIB
Dibaca: 267 kali
Foto: ilustrasi/google.com

BANDA ACEH - Empat terdakwa narkoba jenis sabu-sabu dengan barang bukti mencapai 50 kilogram yang dituntut hukuman mati serta seorang lainnya yang dituntut seumur hidup minta dibebaskan dari hukuman tersebut.

Permintaan tersebut disampaikan Nurul Ramadhani, penasihat hukum ke empat terdakwa, dalam nota pembelaan pada sidang di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (18/2/2019).

Empat terdakwa yang dituntut hukuman mati yakni Albakir, Azhari, Abdul Hannas, dan Mahyuddin. Sedangkan terdakwa yang dituntut hukuman seumur hidup yakni Razali alias Doyok.

Para terdakwa merupakan warga Aceh Timur. Para terdakwa ditangkap secara terpisah pada Juni 2018. Dua tersangka ditangkap di perairan Selat Malaka, tiga lainnya di beberapa tempat di Aceh Timur.

Nurul Ramadhani mengatakan, para terdakwa meminta dibebaskan dari tuntutan hukuman mati serta dihukum seringan-ringannya karena tindak pidana yang mereka lakukan karena terpaksa.

Selain itu, sebut Nurul Ramadhani, para terdakwa juga tidak pernah dihukum dan memiliki tanggungan keluarga. Para terdakwa juga menyesali perbuatannya

"Mereka terpaksa menjadi kurir narkoba karena tidak ada pekerjaan. Mereka juga diiming-imingi uang yang banyak. Namun, uang tersebut tidak pernah mereka terima," kata Nurul Ramadhani.

Majelis hakim diketuai Bakhtiar melanjutkan persidangan pada Senin 25 Februari 2019 dengan agenda mendengarkan sanggahan jaksa penuntut umum terhadap pembelaan terdakwa.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muliana dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur menuntut terdakwa Albakir, Azhari, Abdul Hannas, dan Mahyuddin dengan hukuman mati. Sedangkan terdakwa Razali alias Doyok dituntut hukuman seumur hidup.

JPU menyebutkan terdakwa Abdul Hannas menyuruh terdakwa Mahyuddin mengambil pesanan narkoba di perairan Malaysia. Lalu, terdakwa Mahyuddin memerintahkan terdakwa Albakir dan Azhari mengambil pesanan tersebut.

Keduanya berangkat menuju perairan Penang, Malaysia. Setelah itu, terdakwa Mahyuddin menerima informasi pesanan tersebut sudah terima. Kemudian, terdakwa Mahyuddin memerintahkan terdakwa Razali mengambilnya di Pantai Kuala Glumpang, Aceh Timur.

Namun, terdakwa Albakir dan Azhari ditangkap petugas patroli bea cukai dan kepolisian di perairan Idi. Kemudian, tiga terdakwa lainnya turut ditangkap di tempat terpisah

"Para terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika," kata Muliana.

Sumber: Antara

Tag:Banda Acehsidang sabu
Berita Terkait
  • Kamis, 28/05/2020 10:33 WIB

    Berani Aniaya Polantas Banda Aceh, Pemotor Ini Kena Batunya

    BANDA ACEH - Dua pengendara sepeda motor, seorang di antaranya positif mengonsumsi narkoba, diduga menganiaya seorang polisi yang bertugas di Satuan Lalu Lintas Polresta Banda Aceh. Kapolresta Band

  • Sabtu, 23/05/2020 13:40 WIB

    Polisi dan TNI Amankan Malam Takbiran di Banda Aceh

    BANDA ACEH - Polresta Banda Aceh mengerahkan 300 personel untuk mengamankan malam lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah atau 2020 Masehi di ibu kota provinsi Aceh tersebut.Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol T

  • Selasa, 12/05/2020 21:56 WIB

    Pelayanan Air Bersih di Banda Aceh Disoroti Ombudsman

    BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh menyoroti pelayanan air bersih di Kota Banda Aceh yang dikelola PDAM Tirta Daroy menyusul banyak keluhan masyarakat. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Ta

  • Senin, 11/05/2020 20:14 WIB

    Gegara Banjir Banda Aceh, Pemberlakuan Perwal Wajib Masker Diundur

    BANDA ACEH - Pemberlakuan Peraturan Wali Kota (Perwal) Banda Aceh tentang wajib menggunakan masker untuk mencegah Corona diundur. Hal ini dilakukan karena Banda Aceh dilanda banjir. "Awalnya, Perwal

  • Minggu, 10/05/2020 07:18 WIB

    Ketua DPRK Banda Aceh: Banjir Akibat Sampah dan Saluran Air Bermasalah

    BANDA ACEH - Banjir dan genangan air yang melanda kawasan Neusu Jaya Banda Aceh disebabkan karena intensitas hujan yang terlalu tinggi dan saluran air yang bermasalah. Hal tersebut dikatakan oleh K

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir