• Home
  • EKONOMI
  • Penjual BBM Eceran di Aceh Barat Mengeluh Kutipan Uang Rekom

Penjual BBM Eceran di Aceh Barat Mengeluh Kutipan Uang Rekom

Oleh: Satria
Jumat, 16/06/2017 23:27 WIB
Dibaca: 371 kali
Foto: ilustrasi/google.com

ACEH BARAT - Penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) enceran di Aceh Barat mengeluh karena besaran biaya pengurusan rekom ke Dinas Perindistrian Perdagangan dan Koprasi (Disprindakop) terlalu tinggi. Menurut pengakuan para pedangan minyak enceran sekali mengurus rekomendasi dari Disprindakop besaran biaya tersebut diatas Rp20.000.

Pedagang BBM enceran Samsul Rijal, kepada wartawan, Jumat (16/6/2017) mempertanyakan biaya rekomendasi tersebut dari Disprindakop.

"Jika kita beli minyak ke SPBU mereka menanyakan rekom dari Disprindakop. Jika tidak maka pihak SPBU tidak mau menjual minyak ke pedangang," katanya.

Menurut Samsul pengutipan itu apakah masuk dalam kategori pungli karena  uang kutipan mengurus rekom tersebut tidak dijelaskan kepada pedangang. Pihak Disprindakop melalui Kabid UKM Idrus hanya menyebutkan itu uang administrasi.

Sementara itu Tokoh Muda Aceh Barat, Afrijal AR, membenarkan hal itu berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) surat rekomendasi itu, sangat mudah diurus. Menurutnya masyarakat hanya hanya perlu membawa surat keterangan dari kepala desa, yang menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah pedangang bensin eceran dan melampirkan fotocopy KTP.

“Selain mudah, pembuatan rekomendasi biasanya tak dipungut biaya. Tapi walupun demikian kita pelajari dulu regulasi Perbubnya. Jika di Perbub itu menerangkan tidak ada pungutan biaya, berarti itu Pungli,” ungkapnya

Sedangkan Kepala Bidang Kabid Usaha Kecil Menengah (UKM) Dispridakop Aceh Barat, Idrus beberapa kali dihubungi via WhatsApp tidak berhasil dihubungi meski tersambung. 

T#g:Aceh BaratBBM EceranPungliUang Rekom
Berita Terkait
  • Jumat, 15/12/2017 10:08 WIB

    Warga Aceh Dikabarkan Tewas Tersambar Petir di Malaysia

    ACEH BARAT - Warga Negara Indonesia (WNI) dikabarkan tewas tersambar petir di Malaysia. WNI tersebut berprofesi sebagai TKI. Pria tersebut bernama Musliadi (29), warga asal Manggeng, Aceh Barat

  • Minggu, 03/12/2017 15:32 WIB

    Nelayan Meulaboh Mulai Berburu Hiu

    ACEH BARAT - Para nalayan di wilayah perairan Provinsi Aceh saat ini mulai menemukan daerah tangkapan ikan hiu dan tuna sirip kuning, sejak memasuki puncak pergantian musim angin di wilayah Samuder

  • Kamis, 30/11/2017 22:28 WIB

    18 Warga Aceh Barat Dicambuk di Depan Umum

    ACEH BARAT - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Aceh Barat, Aceh, mengeksekusi uqubah atau hukum cambuk terhadap 18 pria yang terbukti melakukan pelanggaran Qanun Jinayah Nomor 6/2014 tentang Huku

  • Sabtu, 12/08/2017 11:21 WIB

    BKSDA Aceh Evakuasi Orangutan yang Masuk ke Kebun Warga

    ACEH BARAT - Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengevakuasi seekor Orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang memasuki perkebunan kelapa sawit milik warga. Tim menyelamatkan primata te

  • Kamis, 10/08/2017 16:14 WIB

    Ribuan Batang Rokok Ilegal di Aceh Barat Dimusnahkan

    ACEH BARAT - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat memusnahkan ribuan batang rokok ilegal tanpa cukai, Kamis (10/8/2017). Rokok yang sempat beredar di tengah masyarakat i

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir