• Home
  • EKONOMI
  • Pengusaha Ikan Asin di Lhokseumawe Kesulitan Bahan Baku

Pengusaha Ikan Asin di Lhokseumawe Kesulitan Bahan Baku

Oleh: Redaksi
Jumat, 28/07/2017 13:02 WIB
Dibaca: 144 kali
Foto: ilustrasi/google.com

LHOKSEUMAWE - Kelangkaan pasokan garam mulai menyebar ke daerah-daerah, salah satunya di Aceh. Kondisi ini membuat pengusaha ikan asin di Kota Lhokseumawe kesulitan mendapat garam.

Gara-gara seretnya pasokan, harga garam di Aceh naik dari Rp 25.000 per sak (10 kg) menjadi Rp 75.000 per sak.

"Selama 2 bulan terakhir kami merugi. Garam sebagai bahan baku ikan asin sangat langka. Walau ada, harganya sangat mencekik sementara harga ikan tidak ada peningkatan," kata Razali seorang pengusaha ikan asin di Lhokseumawe kepada detikcom, Kamis (27/7/2017).

Garam untuk ikan asin dipasok dari Medan, Sumatera Utara. Namun sekarang stok garam sedang kosong.

Selain itu, harga garam yang naik menjadi Rp 75.000 per sak membuat para pengusaha ikan asin merugi.

"Kami sangat rugi. Walapun tidak rugi total akan tetapi kami tidak memiliki keuntungan dalam dua bulan terakhir ini. Saya harap pemerintah dengan sigap mengambil langkah tegas agar kelangkaan garam cepat teratasi," kata Razali.

Sebelumnya, Presiden Jokowi Jokowi akan memastikan lebih lanjut ke para menteri soal pemicu kelangkaan garam.

"Saya nanti akan cek langsung beberapa menteri dan BUMN terkait dengan PT Garam, misalnya. Saya akan lihat masalahnya apa," tutur Jokowi usai acara Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2017 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017).

Jokowi juga melihat ada faktor lain yang menyebabkan harga garam mahal, yakni distribusi yang tersendat.

"Kalau memang ada permasalahan pasokan, masalah distribusi, akan kita selesaikan," tandas Jokowi. 

Sumber: detik.com

T#g:GaramIkan AsinLhokseumawe
Berita Terkait
  • Jumat, 18/08/2017 17:27 WIB

    Pelaku Bakar Gedung Rektorat Unimal karena Dipecat

    LHOKSEUMAWE -  SA (34), tersangka pembakar gedung rektorat Universitas Malikussaleh (Unimal) mengaku nekat membakar gedung lantaran sakit hati dipecat sepihak sebagai petugas perlengkapan (tek

  • Rabu, 09/08/2017 07:20 WIB

    Hari Hilang, Nelayan di Lhokseumawe Ditemukan Terapung 250 Mil dari Pantai

    LHOKSEUMAWE - Jamaluddin alias Wak Din (47), seorang nelayan asal Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, dilaporkan hilang saat memancing ikan di laut. Lima hari berselang Jam

  • Selasa, 08/08/2017 19:13 WIB

    Kapal Penyelundup 25 Ton Bawang Kandas di Perairan Aceh Utara

    LHOKSEUMAWE - Kapal KM Bahtera 99 ditemukan kandas di perairan Kuala Jambo Aye, Kecamatan Seunodon, Aceh Utara, Aceh. Saat digeledah petugas, kapal berukuran 30 GT itu bermuatan 25 ton bawang ilega

  • Minggu, 06/08/2017 23:44 WIB

    Nelayan Hilang Saat Memancing di Pantai Rancung Lhokseumawe

    LHOKSEUMAWE - Wak Din, nelayan asal Dusun Rancung Baru, Desa Blang Naleng Mameh, Muara Satu, Aceh dilaporkan hilang saat pergi memancing di lepas pantai kawasan setempat. Wak Din diduga hilang kare

  • Senin, 24/07/2017 21:03 WIB

    Harga Garam Dapur di Aceh Utara Naik Tiga Kali Lipat

    LHOKSEUMAWE - Sejak dua pekan terakhir harga garam di Aceh naik cukup tinggi, contohnya di daerah Aceh Utara dan Lhokseumawe. Biasanya harga garam dapur di daerah tersebut Rp 3.000/kg. Sekarang

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir