• Home
  • Ekonomi
  • Penarikan Retribusi Pasar di Lhokseumawe akan Pakai Non-Tunai

Penarikan Retribusi Pasar di Lhokseumawe akan Pakai Non-Tunai

Oleh: Redaksi
Rabu, 23/01/2019 19:16 WIB
Dibaca: 130 kali
Foto: Ilustrasi/google.com

LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe akan menerapkan penarikan restribusi pasar secara non-tunai dari pedagang menggunakan kartu supaya lebih mudah dan aman.

"Dengan pengutipan restribusi pasar secara non-tunai ini, selain akan lebih memudahkan pedagang dan juga petugas penarik restribusi pasar, juga aman serta tepat sasaran dan sesuai target," ungkap Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya didampingi Kepala Dinas Perindustrian Perdangangan dan Koperasi Kota Lhokseumawe, Ramli di Lhokseumawe, Rabu (23/1/2019).

Ia menyebutkan pengutipan atau penarikan restribusi melalui kartu tersebut akan direalisasikan pada Maret 2019. Sedangkan sekarang masih dalam tahap penyiapan agar pelaksanaan pengutipan retribusi secara non-tunai tersebut dapat berjalan lancar.

"Rencana kita paling cepat Maret ini kita realisasikan sedangkan paling lambat setelah pemilu nanti. Selain itu, kita perlu juga melakukan penyiapan, mulai dari pengadaan kartu hingga sosialisasi kepada pedagang dan juga petugas pengutip retribusi pasar, ujar Suaidi.

Oleh karena itu diharapkan dengan adanya pengutipan retribusi pasar secara non-tunai tersebut dapat berjalan dengan lancar dan terus berlanjut sesuai dengan dinamika jaman yang menuntut kemudahan namun tertib.

Sementara itu, Kadis Perindagkop Kota Lhokseumawe menambahkan mekanisme pengunaan kartu non-tunai untuk tujuan retribusi pasar adalah petugas retribusi mendatangi pedagang dan memasukkan nilai nominal retribusi, selanjutnya petugas menyerahkan struk bukti pembayaran kepada pedagang. Sedangkan uang masuk ke rekening penampungan pemda.

"Uangnya jelas masuk ke rekening semuanya. Petugas pengutip retribusi pasar hanya perlu membawa alat pindai kartu. Pedagang langsung mengesek kartunya dengan jumlah retribusi, maka uang secara otomatis akan masuk ke rekening pemerintah daerah," jelas Ramli.

Sumber: Antara

Tag:Lhokseumawepajak daerahretribusi
Berita Terkait
  • Kamis, 18/04/2019 16:34 WIB

    Pengakuan Bocah yang Picu Massa Geruduk Pos TNI AL Pusong

    LHOKSEUMAWE - Massa di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pusong, Lhokseumawe, menggeruduk Pos TNI AL Pusong karena kabar ada bocah dipukul oknum tentara. Ini pengakuan si bocah. "Saya bersama teman-teman

  • Sabtu, 30/03/2019 17:07 WIB

    Waduk Lhokseumawe Keluarkan Bau Tak Sedap

    LHOKSEUMAWE - Kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya terus menjadi momok bagi setiap daerah di Indonesia. Setiap hari, sampah dibuang sembarangan tanpa memikirkan pencemaran lin

  • Jumat, 15/03/2019 19:12 WIB

    Rumah Warga Lhokseumawe Kini Tersambung Jaringan Gas

    LHOKSEUMAWE - Pemanfaatan jaringan gas rumah tangga terus dikembangkan oleh pemerintah di wilayah Sumatera. Termasuk Kota Lhokseumawe di Aceh Penantian warga yang selama ini ingin hidup lebih hema

  • Selasa, 05/03/2019 16:38 WIB

    Tiada Biaya, Gadis Penghapal 20 Juz Quran Terpaksa Berhenti Kuliah

    LHOKSEUMAWE - Cut Winda Sari (18), warga Desa Ujong Blang, Kecamatan Sakti, Kota Lhokseumawe, tersenyum saat menerima kedatangan sejumlah wartawan ke rumahnya, Selasa (5/3/2019). Anak kedua pasangan

  • Rabu, 27/02/2019 17:49 WIB

    9.000 Segel Kotak Suara Pemilu di Lhokseumawe Rusak

    LHOKSEUMAWE - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih/Panwaslu) Kota Lhokseumawe menyatakan telah menerima 48.476 segel kotak suara--dari total kebutuhan 56.678 lembar. Namun, setelah dicek, ditemukan 9

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir