• Home
  • EKONOMI
  • Ini Kata Bos PLN Ketika Masyarakat 'Ribut' Tarif Listrik Naik

Ini Kata Bos PLN Ketika Masyarakat 'Ribut' Tarif Listrik Naik

Oleh: Redaksi
Minggu, 18/06/2017 10:33 WIB
Dibaca: 70 kali
Foto: ilustrasi/google.com

JAKARTA - Jagat media sosial dihebohkan dengan isu kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Belakangan banyak netizen yang mengeluhkan kenaikan tarif listrik. Terkait hal tersebut, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir angkat bicara.

"Menurut saya hanya isu, mohon maaf, lebih ke arah mendiskreditkan, fitnah, baik untuk PLN maupun pemerintah. Ini sesuatu yang menurut saya tidak pada tempatnya," kata Sofyan, Rabu (14/6/2017) 

Sofyan menuturkan, selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PLN tidak bisa menaikkan tarif dasar listrik sembarangan. Semuanya harus melalui persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dia memastikan, saat ini tidak ada kenaikan TDL.

Sofyan mengatakan, saat ini PLN sedang mengeluarkan kebijakan untuk tidak lagi memberikan subsidi pada pengguna listrik 900 VA.

Kata dia, pada awalnya subsidi dengan kategori listrik 900 VA tersebut ditujukan bagi masyarakat tidak mampu, namun kenyataannya malah banyak dinikmati kalangan menengah.

"Karena memang fakta mengatakan yang 900 VA ini mereka mampu, tapi subsidinya lebih besar dari orang miskin yang 450 VA," jelasnya.

Sofyan menjelaskan, PLN menemukan ada pengguna listrik 900 VA yang dipakai untuk kos-kosan, kemudian memiliki mobil, pakai AC dan segala macam. "Tapi waktu dia membayar itu subsidinya dberikan lebih besar daripada orang miskin," ujar dia.

Kemudian Sofyan menambahkan, apabila ada konsumen listrik 900 VA yang tidak terima karena dialihkan ke tarif nonsubsidi, bisa mengajukan kembali supaya masuk kembali ke tarif subsidi.

Kata dia, caranya pelanggan tersebut harus memiliki surat keterangan miskin dari kelurahan tempat berdomisili.

"Silakan ajukan ke kelurahan setempat, minta surat keterangan miskin. Lalu datanya itu akan masuk ke kecamatan," jelas Sofyan.

Data dari kecamatan itu akan digunakan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) untuk menentukan konsumen mana yang layak untuk diberi subsidi.

Otomatis, konsumen yang terdaftar sebagai penerima Surat Keterangan Miskin akan diberikan subsidi untuk listrik.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengatakan pencabutan subsidi listrik 900 VA merupakan langkah menyukseskan tercapainya program pemerataan pembangunan.

Kata dia, hasil pencabutan subsidi nantinya akan digunakan untuk membangun beberapa daerah yang belum merasakan aliran listrik di seluruh wilayah Indonesia.

"Begini, kalau yang dianggap sudah tidak disubsidi kan sebaiknya tidak perlu disubsidi. Sehingga uangnya kan bisa untuk pengembangan kelistrikan ke daerah-daerah yang masih membutuhkan. Itu saja sebenarnya," jelas Jonan.

Jonan mengatakan saat ini ada 2.500 desa belum pernah merasakan aliran listrik. Sementara itu, ada sekitar 10 ribu desa menikmati listrik minimal sehingga perlu dilakukan pemerataan dengan pencabutan subsidi listrik sesuai kemampuan masyarakat.

Sumber: otonomi.co.id

T#g:ListrikPLNTagihanTarif
Banner Affiliate Cloudmediabiz
Berita Terkait
  • Minggu, 18/06/2017 15:57 WIB

    Ramadan, PLN Gratiskan Biaya Tambah Daya bagi Rumah Ibadah

    JAKARTA - PT PLN (Persero) menggratiskan jasa penyambungan tambah daya listrik untuk rumah ibadah selama masa Ramadan dan Lebaran tahun ini. Hal ini bertujuan memberikan kenyaman bagi umat saat ber

  • Sabtu, 17/06/2017 15:13 WIB

    Tarif Listrik Naik Tak Akan Bikin Masyarakat Miskin

    JAKARTA - Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) memastikan, kenaikan tarif listrik bagi sebagian pelanggan golongan 900 Volt Ampere (VA) tak serta merta memperburuk kesejahteraa

  • Kamis, 15/06/2017 21:01 WIB

    Warga Gadai Emas Bayar Tagihan Listrik

    ACEH BARAT - Salah seorang warga Samatiga Kabupaten Aceh Barat, Ridwan, Rabu (14/6/2017) mengaku terpaksa mengadaikan emas untuk membayar tagihan listrik mencapai Rp800.000 per tiga bulan yang sebe

  • Senin, 22/05/2017 20:07 WIB

    Heboh Listrik Kedondong di Aceh Timur, Ternyata Begini Faktanya

    ACEH TIMUR - Listrik kedondong tak pernah menyala di Desa Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jerning, Kabupaten Aceh Timur. Pekan lalu, desa yang berjarak 512 kilometer dari Kota Banda Aceh ini dikaba

  • Jumat, 03/03/2017 14:30 WIB

    Ribuan Pelanggan Listrik 900 VA Minta Tetap Disubsidi

    JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, sudah mencabut secara bertahap subsidi bagi pelanggan rumah tangga mampu 900 volt ampere, sejak

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir