• Home
  • Ekonomi
  • Industri di Aceh Belum Manfaatkan Limbah Ikan

Industri di Aceh Belum Manfaatkan Limbah Ikan

Oleh: Redaksi
Rabu, 14/11/2018 19:02 WIB
Dibaca: 1.320 kali
Foto: ilustrasi/google.com

BANDA ACEH - Sejumlah pelaku industri pengolahan perikanan laut dari Aceh mengaku, hingga kini belum bisa memanfaatkan limbah ikan menjadi industri hilir yang menimbulkan nilai tambah, seperti suatu produk yang siap pakai.

Teuku Arizal (45), pemilik pengolahan ikan dalam skala rumahan di Lamdingin, Banda Aceh, Rabu (14/11/2018 mengatakan, pihaknya telah mengerti bahwa limbah ikan bisa diolah menjadi tepung ikan. 

"Kendala kami, ada di mesin yang terlalu mahal harganya. Selama ini limbah ikan, seperti kepala, kulit, isi perut, dan lain-lain, cuma jadi pakan ternak," ujarnya. 

Dalam sehari, ia mengaku, bisa memproduksi ikan asin, dan ikan "keumamah" khas Aceh dengan bahan baku ikan segar sekitar satu ton yang melibatkan pekerja empat orang berasal dari warga setempat. 

Dari satu ton ikan segar tersebut, lanjutnya, cuma bisa diambil dagingnya yang berjumlah sekitar 300 kilogram untuk kemudian diolah menjadi ikan asin, dan ikan "keumamah". 

"Kalau kita banyangkan, hampir 700 kilogram kita buang percuma ke peternak, seperti bebek. Walau petenaknya datang sendiri untuk ambil limbah ikan ke tempat usaha kita," kata dia. 

Muhammad Nur Usman (65), pemilik salah satu sentra produksi ikan di Lampulo, Banda Aceh, mengaku, pihaknya telah paham akan kebijakan "blue economy" dengan memanfaatan limbah perikanan. 

Ia menuturkan, tulang ikan kambing-kambing bisa dimanfaatkan sebagai gelatin merupakan protein yang larut, dan bersifat sebagai bahan pembuat gel. 

"Kami belum terlalu jauh berpikir ke situ. Salah satu seababnya, karena ketiadaan mesin untuk mengolah limbah ikan ini. Makanya hingga kini belum bisa kita manfaatkan," katanya. 

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong mengoptimalkan pemanfaatan limbah sawit untuk bahan baku pakan ikan, guna mengurangi impor tepung ikan yang selama ini dinilai cukup tinggi. 

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto tahun ini mengatakan, mulai tingginya minat penggunaan pakan ikan mandiri menuntut pemenuhan kebutuhan bahan baku pakan secara kontinyu. 

"Kondisi ini masih menjadi tantangan para pelaku usaha pakan mandiri di beberapa daerah," katanya saat menyampaikan hasil kunjungan kerjanya di Kabupaten Kampar, Riau.

Sumber: Antara

Tag:Banda Acehindustrilimbah ikanNelayan
Berita Terkait
  • Kamis, 12/09/2019 20:36 WIB

    Ini Himbauan Kapolresta Banda Aceh Untuk Mahasiswa Papua

    BANDA ACEH - Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto mengajak mahasiswa Papua yang kuliah di ibu kota Provisi Aceh tersebut berbaur dengan masyarakat setempat. "Kami minta jangan sendiri-send

  • Minggu, 08/09/2019 20:43 WIB

    CIMB Niaga Syariah Banda Aceh Gelar Tour de Bank untuk Pelajar

    BANDA ACEH - Ratusan siswa-siswi dari beberapa sekolah dasar dan sederajat di Banda Aceh mengikuti kegiatan literasi keuangan dan edukasi lingkungan, Sabtu (7/9/2019) yang berlangsung meriah dan seru

  • Kamis, 05/09/2019 18:44 WIB

    Pasien Rehab Narkoba Ditemukan Tewas Gantung Diri di Banda Aceh

    BANDA ACEH - Seorang pasien rehab narkoba di Banda Aceh berinisial SB (45) asal Nagan Raya, Aceh ditemukan gantung diri di rumah rehab. Polisi masih menyelidiki penyebab SB bunuh diri. SB ditemukan t

  • Sabtu, 31/08/2019 18:37 WIB

    Pusat Logistik Berikat Dibangun di Kawasan Industri Aceh

    BANDA ACEH - Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah melakukan groundbreaking pembangunan pusat logistik berikat PT Trans Continent di Kawasan Industri Aceh (KIA) di Ladong, Aceh Besar. Ini menjadi

  • Jumat, 09/08/2019 08:07 WIB

    Sekelompok Terduga Aliran Sesat Ditangkap di Banda Aceh

    BANDA ACEH - Personel Polsek Syiah Kuala, mengamankan sekelompok orang yang diduga ajaran sesat di Kompleks Makam Syiah Kuala, Gampong Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Kapolsek Syiah K

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir