Mendikbud Nilai Kelas Akselerasi Tak Baik

Oleh: Redaksi
Sabtu, 13/05/2017 10:07 WIB
Dibaca: 176 kali
Foto: ilustrasi/google.com

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengaku kurang setuju dengan adanya kelas akselerasi. Karena Muhadjir menilai kelas akselerasi kurang baik untuk pencapaian mental anak.

"Kelas akselerasi sebenarnya tidak terlalu bagus. Pada beberapa kasus, anak-anak yang berada di kelas akselerasi, gagal pada usia tua," ujar Muhadjir saat pelepasan peneliti muda Indonesia yang akan berlaga di California, Amerika Serikat di Jakarta, Jumat (12/5/2017). 

Menurut Muhadjir, hal itu dikarenakan anak tersebut tumbuh secara instan tidak sebagaimana mestinya. Dia memberikan contoh beberapa orang mahasiswanya yang merupakan pernah berada di kelas percepatan, namun mengalami perceraian ketika berumah tangga.

Penyebab utamanya, karena yang bersangkutan tidak mampu mengendalikan superioritasnya. "Ini saya bukan menakuti-nakuti anda semua. Tapi perlu mewaspadai diri dan jangan terhanyut pada pencapaian serta harus bekerja keras lagi." katanya.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengingatkan para peneliti muda yang beragama Islam untuk turut menjalankan salat tahajud karena bermanfaat untuk memenangkan diri dan meningkatkan konsentrasi.

Indonesia akan mengirimkan para peneliti muda yang akan berkompetisi pada ajang Intel - International Science Engineering Fair (ISEF) yang akan berlangsung pada 14 hingga 19 Mei 2017.

Delegasi Indonesia merupakan peneliti muda dari Sekolah Menengah Atas yang telah diseleksi melalui ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) dan Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR).

Delegasi Indonesia untuk Intel - ISEF 2017 berjumlah 14 SMA yang terdiri dari 12 siswa sebagai finalis dan dua anak sebagai peninjau.

Delegasi Indonesia terdiri dari Tri Ardiansa, Made Radikia Prasanta, Bagus Pltu Satria Suarima, Najmuna Ratri Lakshita, Sakina Yaumil Fitri, Azizah Dewi Suryaningsih, Chyntia Silvi Yanti Hasan, Zahratul Jannah, Shofi Latifah Nuha Anfarensi, Latifah Sholikhah, Miranti Ayu Kamaratih, Octiafani Isna Ariani, Aiman Hilmi Asadudin, dan Muhammad Farhan.

Dua dari 14 peneliti tersebut merupakan penerima Kartu Indonesia Pintar yakni Made Radikia Prasanta dan Bagus Putu Satria Suarima.

Sumber: Antara

T#g:MendikbudMuhadjir Effendy
Berita Terkait
  • Sabtu, 08/07/2017 08:56 WIB

    Mendikbud: Sekolah Gratis Itu Memang Menyesatkan

    JAKARTA - Kemendikbud diminta mengantisipasi sejumlah dampak negatif penerapan sistem zonasi secara nasional dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang mulai berjalan tahun ini. Seperti potens

  • Kamis, 06/07/2017 16:30 WIB

    Mendikbud: 8 Jam di Kelas, Jangankan Anak-anak, Guru juga gak Kuat

    JAKARTA - Kebijakan sekolah lima hari masih menjadi kontroversi. Mendikbud Muhadjir Effendy menegaskan, pihaknya tidak ada rencana membuat program sekolah satu hari penuh atau full day school.

  • Sabtu, 17/06/2017 17:45 WIB

    Kemendikbud Janji Kaji Ulang Full Day School

    JAKARTA - Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ari Santoso memastikan pihaknya akan mengkaji ulang kebijakan lima hari sekolah dengan waktu delapan jam atau full day school.

  • Minggu, 11/06/2017 21:00 WIB

    Kemendikbud Keberatan Atas Penilaian MUI

    JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan keberatan atas penilaian Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meyakini kebijakan sekolah lima hari dalam sepekan akan membuat

  • Minggu, 11/06/2017 20:20 WIB

    MUI: Sekolah 8 Jam per Hari Bikin Madrasah Gulung Tikar

    JAKARTA - Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, yang memberlakukan waktu belajar 8 jam perhari dan libur Sabtu-Minggu mendapat kritikan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). W

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir