Mendikbud Nilai Kelas Akselerasi Tak Baik

Oleh: Redaksi
Sabtu, 13/05/2017 10:07 WIB
Dibaca: 47 kali
Foto: ilustrasi/google.com

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengaku kurang setuju dengan adanya kelas akselerasi. Karena Muhadjir menilai kelas akselerasi kurang baik untuk pencapaian mental anak.

"Kelas akselerasi sebenarnya tidak terlalu bagus. Pada beberapa kasus, anak-anak yang berada di kelas akselerasi, gagal pada usia tua," ujar Muhadjir saat pelepasan peneliti muda Indonesia yang akan berlaga di California, Amerika Serikat di Jakarta, Jumat (12/5/2017). 

Menurut Muhadjir, hal itu dikarenakan anak tersebut tumbuh secara instan tidak sebagaimana mestinya. Dia memberikan contoh beberapa orang mahasiswanya yang merupakan pernah berada di kelas percepatan, namun mengalami perceraian ketika berumah tangga.

Penyebab utamanya, karena yang bersangkutan tidak mampu mengendalikan superioritasnya. "Ini saya bukan menakuti-nakuti anda semua. Tapi perlu mewaspadai diri dan jangan terhanyut pada pencapaian serta harus bekerja keras lagi." katanya.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengingatkan para peneliti muda yang beragama Islam untuk turut menjalankan salat tahajud karena bermanfaat untuk memenangkan diri dan meningkatkan konsentrasi.

Indonesia akan mengirimkan para peneliti muda yang akan berkompetisi pada ajang Intel - International Science Engineering Fair (ISEF) yang akan berlangsung pada 14 hingga 19 Mei 2017.

Delegasi Indonesia merupakan peneliti muda dari Sekolah Menengah Atas yang telah diseleksi melalui ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) dan Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR).

Delegasi Indonesia untuk Intel - ISEF 2017 berjumlah 14 SMA yang terdiri dari 12 siswa sebagai finalis dan dua anak sebagai peninjau.

Delegasi Indonesia terdiri dari Tri Ardiansa, Made Radikia Prasanta, Bagus Pltu Satria Suarima, Najmuna Ratri Lakshita, Sakina Yaumil Fitri, Azizah Dewi Suryaningsih, Chyntia Silvi Yanti Hasan, Zahratul Jannah, Shofi Latifah Nuha Anfarensi, Latifah Sholikhah, Miranti Ayu Kamaratih, Octiafani Isna Ariani, Aiman Hilmi Asadudin, dan Muhammad Farhan.

Dua dari 14 peneliti tersebut merupakan penerima Kartu Indonesia Pintar yakni Made Radikia Prasanta dan Bagus Putu Satria Suarima.

Sumber: Antara

T#g:MendikbudMuhadjir Effendy
Banner Affiliate Cloudmediabiz
Berita Terkait
  • Sabtu, 18/03/2017 15:30 WIB

    Kemendikbud Targetkan Bentuk LSP di 1.650 SMK

    JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P1) di 1.650 SMK yang akan menjadi sekolah rujukan. Saat ini s

  • Kamis, 09/03/2017 21:35 WIB

    Amankan UN, Kemendikbud Libatkan Lembaga Sandi Negara

    JAKARTA - Untuk mengamankan pelaksanaan UN, khususnya UN berbasis komputer (UNBK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg). Itu

  • Senin, 06/03/2017 19:55 WIB

    Kemdikbud Rintis SMK Perfilman

    JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan merintis Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bidang perfilman yang bertujuan untuk memastikan tersedianya tenaga terampil di bidang p

  • Minggu, 05/03/2017 13:42 WIB

    Pemda Diminta Memprioritaskan Pendidikan Vokasi

    BANYUWANGI - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengimbau pemerintah daerah memberikan prioritas pada pendidikan vokasi untuk melahirkan tenaga terampil Indonesia. &

  • Kamis, 29/12/2016 10:09 WIB

    Pejabat Kemendikbud Ajak PNS Ikut Tax Amnesty

    JAKARTA - Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Daryanto hari ini mengikuti program tax amnesty. Daryanto tiba di Kantor Pusat Ditjen Pajak d

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir