• Home
  • EDUKASI
  • Kemenag: Standarisasi Pesantren Bukan Deradikalisasi

Kemenag: Standarisasi Pesantren Bukan Deradikalisasi

Oleh: Redaksi
Jumat, 03/03/2017 16:13 WIB
Dibaca: 197 kali
Foto: pridityo.blogspot.com

JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan program yang dicanangkan pemerintah terkait standarisasi pesantren bukan deradikalisasi.

"Bukan deradikalisasi tapi lebih pada pengarusutamaan Islam moderat," kata Kamarudin di Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Menurut dia, jika disebut sebagai deradikalisasi dapat mengarah pada pemahaman pondok pesantren merupakan sarang golongan radikal atau lebih ekstrem disebut sebagai teroris.

Dengan menyebut pengarusutamaan Islam moderat, kata dia, artinya pesantren diarahkan agar mengarusutamakan Islam yang damai, penengah/moderat dan "rahmatan lilalamin".

Pesantren, kata dia, tidak radikal dan hal ini dibuktikan lembaga pendidikan keagamaan nonformal tersebut tidak menumbuhkan radikalisme bahkan sejak prakemerdekaan Indonesia. Pesantren terus tumbuh sejak dulu tanpa memunculkan persoalan radikalisme justru mempromosikan cinta Tanah Air.

Kendati begitu, Kamaruddin tidak menampik terdapat potensi radikalisme dapat tumbuh di kalangan pesantren jika dimasuki oleh oknum beraliran keras.

Maka dari itu, lanjut dia, pemerintah harus hadir di tengah pondok pesantren dengan berbagai program salah satunya lewat standarisasi pesantren. Program ini diharapkan dapat dimulai pada tahun 2017.

Dia mengatakan pemerintah tidak boleh absen di kalangan pondok pesantren. Berkaca dari negara lain, lembaga pendidikan keagamaan seperti madrasah tidak diintervensi pemerintahnya.

Kamaruddin mencontohkan pemerintah Bangladesh, India dan Pakistan tidak melakukan campur tangan di lembaga pendidikan keagamaan. Dampaknya, radikalisme tumbuh di sejumlah lembaga pendidikan keagamaan tersebut.

Pesantren, kata dia, merupakan mitra strategis pemerintah dan merupakan unsur penting dalam pendidikan dan kemasyarakatan di Indonesia. Maka posisinya harus terus diperhatikan pemerintah lewat sejumlah program kebijakan.

"Pesantren adalah entitas penting bagi pemerintah dan bangsa. Pesantren memberi sumbangsihnya untuk kemerdekaan Indonesia dan mengisi pembangunan," kata dia. 

Sumber: Antara

T#g:KemenagStandarisasi Pesantren
Berita Terkait
  • Sabtu, 09/09/2017 16:40 WIB

    Cegah Penipuan, Polri Minta Kemenag Buat Aturan Bisnis Travel Haji dan Umrah

    JAKARTA - Mabes Polri berharap kepada penyelenggara haji atau umrah yakni Kementerian Agama untuk membuat aturan kompetisi kepada pebisnis perjalanan haji dan umrah. Menurut Kepala Biro Peneran

  • Sabtu, 26/11/2016 20:13 WIB

    Kemenag Ingatkan Kepala KUA dan Penghulu Aceh Tolak Pungli

    BANDA ACEH - Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar) Muhammad Thambrin mengingatkan para kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan penghulu di Aceh untuk tidak melakukan pungut

  • Jumat, 18/11/2016 21:44 WIB

    Kemenag Siapkan Pembekalan Calon Pengantin

    JAKARTA - Kementerian Agama menyiapkan 10 kota untuk menjalankan program ketahanan keluarga berupa pembekalan calon penganting mulai 2017. Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian

  • Minggu, 16/10/2016 11:00 WIB

    Kemenag Aceh Tanda Tangani MoU dengan RSUD Meuraxa

    BANDA ACEH - Kakanwil Kemenag Aceh Drs H M Daud Pakeh dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Meuraxa) DR Dr Syahrul Sp S(K) melakukan penandatanganan kerja sama pelayanan bimbingan rohani pasie

  • Kamis, 15/09/2016 23:12 WIB

    Menag: Manajemen Haji Indonesia Diapresiasi Negara Lain

    MAKKAH - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, manajemen haji Indonesia bisa jadi contoh bagi negara lain. Setidaknya, hal itu, yang diungkapkan pimpinan misi haji dari negara lain.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir