YARA Minta Kapolda Tangkap Penyebar Isu Konflik

<p style="text-align: justify; "><span style="font-weight: bold;">BANDA ACEH</span> – Aktifis Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak Kapolda menangkap orang-orang yang menyebar isu dan pengancaman untuk membuat Aceh kembali pada masa konflik bersenjata.
</p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">"Kami menolak unjuk rasa dengan menebar kebencian dan isu permusuhan antara Aceh dan Jakarta, kami meminta Kapolda Aceh menangkap orang-orang yang menyebar isu tersebut," kata Direktur Advokasi Hukum dan HAM YARA, Yudhistira Maulana, melalui siaran pers, Selasa (17/7/2018).&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">Yudhistira mengatakan, pihaknya meminta Kapolda untuk menangkap orang-orang tersebut karena rakyat Aceh sudah senang dengan perdamaian saat ini.</span></p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">Penebar isu konflik merupakan ancaman terhadap perdamaian dan ini menjadi teror bagi masyarakat Aceh, tambah dia.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">"Polisi bisa menggunakan Pasal 368 ayat (1) KUHP ?atau pasal Pasal 29 jo Pasal 45 ayat (3) UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik untuk menjerat pelaku yang menebar ancaman untuk Aceh berkonflik dengan Jakarta seperti masa lalu," jelasnya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">Ia berkata, pelaku yang menebar ancaman untuk Aceh berkonflik dengan Jakarta seperti masa lalu terkait dengan adanya demonstrasi yang dilakukan terhadap penangkapan Gubernur non aktif Irwandi Yusuf oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">"Kami mengimbau agar masyarakat Aceh menghormati proses hukum yang dilakukan oleh KPK, karena KPK punya kewenangan yang diberikan oleh undang-undang, dan sebagai orang yang ditangkap Irwandi juga punya hak membela diri yang dijamin oleh undang-undang," katanya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">Ia mengatakan, jika nanti dalam persidangan Irwandi Yusuf tidak bersalah, maka pihak KPK wajib membebaskannya, tapi jika bersalah maka Irwandi harus menjalani hukumannya, sedangkan salah tidaknya beliau nanti pengadilan yang akan memutuskan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">"Kita semua masyarakat Aceh akan mengawal persidangannya," ungkap aktifis tersebut.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">Yudhistira mengatakan, YARA mendukung sepenuhnya langkah KPK dalam penegakan hukum, apalagi Aceh sebagai daerah bersyariat Islam tidak mentoleril prilaku korupsi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">"Kami mendukung sepenuhnya langkah KPK dalam memberantas korupsi, khususnya di Aceh. Kita ingin Aceh sebagai daerah yang bersyariat Islam menjadi contoh madani dan bersih dalam peyelenggaraan pemerintahan," tambah dia.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">"Apalagi, nilai-nilai Islam yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Aceh juga tidak mentolerir terhadap prilaku yang korupsi," demikian Yudhistira.</span></p>

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x