• Follow Us:
Published On: Wed, Mar 13th, 2013

Warga Pedalaman Sawang Menemukan Tumpukan Batu Yang Menyerupai Candi

Aceh Utara – Penemuan baru yang dianggap candi peninggalan pada masa peradaban sebelum Islam terdapat di wilayah hulu sungai Jeurengeh, Cot Calang Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara, Rabu (13/3/2013).

Penemuan berupa susunan batu dengan ketinggian 5 meter, lebar 1 meter dan panjang 430 meter awalnya ditemukan oleh Supriadi Ibrahim saat hendak mencari rumput untuk ternaknya.

Menurut Supriadi, tumpukan batu yang berupa candi peninggalan zaman peradaban sebelum Islam itu diduga dibuat sebagai tempat beribadah dan tempat penyembahan sesajen untuk memohon keberkahan.

Selanjutnya Supriadi menambahkan, sejauh pencariannya tidak menemukan pintu masuk kedalam gua tumpukan batu tersebut, hal ini akibat longsor yang sudah menutup rapat peninggalan kuno tersebut.

Ukuran batu yang ditumpuk sejajar dan rapi tersebut dengan ukuran tebal 50 cm dan panjang 70 cm perbatu.

Kemungkinan besar batu-batu besar tersebut diambil pada sungai selanjutnya dengan bukti pada sungai tersebut sudah tidak didapati satu batupun. Kemudian batu-batu tersebut dipahat dan disusun rapi.

Keuchik setempat, Abdul Manaf, menuturkan candi yang ditemukan oleh warganya agar bisa dilestarikan dan dijaga sebaik mungkin. Akan tetapi semua itu tergantung kepada pihak pemerintahan yang akan melakukan apa terhadap penemuan baru tersebut.

“Semoga penemuan candi tersebut bisa diketahui oleh seluruh warga negara Indonesia dan juga mereka bisa tau bahwa didaerah pelosok ini masih ada masyarakat yang tinggal,” tegas Abdul Manaf.

Catatan WartaAceh.com perjalanan menuju candi yang berada di gunung Lhee Sagoe menempuh waktu perjalanan sampai 6 jam. Dengan menggunakan sepeda motor selama 3 jam dan berjalan kaki mendaki gunung selama 3 jam.

Hawa gunung Lhee Sagoe yang begitu dingin mengakibatkan para penjelajah harus menginap diwilayah candi  tersebut.[]