Syarifudin, Jadi Pekerja Odong-Odong Demi Kuliah
WartaAceh.com | Lhokseumawe - Syarifudin (22) seorang mahasiswa yang kuliah di Universitas Malikussaleh (Unimal), hidup merantau di Lhokseumawe, jauh dari kampung halaman, membuatnya harus bisa mandiri.
Dalam keseharian di kampus, ia terlihat seperti mahasiswa lainnya, disibukkan dengan aktivitas belajar. Namun siapa sangka, pemuda yang berasal dari Binanga, Kecamatan Rundeng, Subulussalam ini bekerja sebagai penjaga odong-odong di kawasan KP3 Lhokseumawe untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk biaya kuliah.
Kepada WartaAceh.com, Minggu (10/6/2012), Syarifudin menceritakan, saat ini ia menumpang di KP3 karena tidak sanggup membayar uang kos.
“Saya kuliah di Unimal karena lewat jalur undangan USMU. Perjalanan saya ke sini hanya bermodalkan kemauan belajar walaupun sebenarnya faktor ekonomi keluarga memang tidak ada biaya. Saya sekarang tinggal di Meunasah KP3 Lhokseumawe karena tidak mampu bayar uang kos. Memang sebelumnya saya sempat ngekos juga di Hagu Selatan, tapi saya hanya sanggup membayar satu bulan,” ungkap Syarifudin.
Tak banyak teman kuliah, apalagi dosennya di kampus yang tahu kalau Syarifudin tinggal di Lhokseumawe dengan menggantungkan hidupnya sebagai penjaga odong-odong. Kadang, saat menjelang lebaran, ia harus bekerja dulu untuk mendapatkan uang pulang ke kampungnya di Subulussalam.
Taufiq Apriadi salah seorang teman dekat Syarifudin, mengungkapkan bahwa temannya ini memang dari keluarga tidak mampu.
“Dia itu anak yatim, saya salut dengan perjuangan dia kuliah jauh-jauh ke Lhokseumawe. Untuk makan dia bekerja sebagai tukang jaga odong-odong di KP3 setiap sorenya,” ungkap Taufiq.
Lalu Taufiq menambahkan, walaupun gaji Syarifudin pas-pasan sebagai tukang jaga odong-odong, semangat untuk menyelesaikan kuliah tetap tinggi.[]
Reporter: Muhammad Zakaria












