• Follow Us:
Published On: Wed, May 2nd, 2012

Sekolah MIS Desa Abeuk Reulieng: Walau Tidak Layak Tetap Idaman

WartaAceh.com | Sawang - Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) yang berada di Desa Abeuk Reulieng Kecamatan Sawang Aceh Utara, bisa dikatakan kurang layak digunakan sebagai tempat belajar. Namun karena masyarakat setempat ingin anak-anaknya tetap bersekolah, walau dengan kondisi ekonomi orang tua siswa yang terbatas.

MIS ini didirikan pada tanggal 1 Juli 2010 secara gotong royong oleh warga Desa Abeuk Reulieng. Demi mewujudkan berdirinya sekolah ini, masyarakat menyediakkan tanah secara patungan. Akhirnya, bagunan sekolah yang sangat sederhana bisa mereka dirikan. Sedangkan  kursi dan meja yang ada di sekolah juga hasil sumbangan dari swadaya masyarakat, serta  bantuan dari Kantor Kementrian Agama Kabupaten Aceh Utara.

Sejauh ini anak-anak di daerah tersebut dalam dua tahun terakhir semuanya telah bersekolah di MIS Desa Abeuk Reulieng, karena untuk bersekolah di tempat lain setingkat sekolah dasar mereka harus menepuh jarak yang cukup jauh bahkan harus berjalan kaki. Maka dengan adanya MIS di Desa Abeuk Reulieng, orang tua di daerah ini sedikit terbantu, meskipun dengan fasilitas terbatas anak-anak mereka dapat memperoleh pendidikan.

Sang kepala sekolah, Mansur, saat diwawancarai WartaAceh.com pada Selasa (1/5/2012) dengan getir mengisahkan perjalanan MIS ini yang telah berumur dua tahun, “Sekolah ini masih dalam proses meminta bantuan pada pemerintah daerah maupun pusat, karena surat izin operasional baru siap dikeluarkan oleh pemerintah karena sempat terhalang dengan tanah dan semua itu telah terselesaikan dengan inisiatif masyarakat yang langsung membeli tanah tersebut,” terangnya.

Lebih lanjut Mansur membenarkan bahwa MIS di Desa Abeuk Reulieng didirikan atas inisiatif warga sendiri, “Sekolah ini didirikan atas keinginan dari para tokoh-tokoh masyarakat setempat dan di dukung penuh oleh masyarakat dan itu terlihat dengan dimasukkan anak-anak mereka ke sekolah ini selama dua tahun terakhir,” ungkapnya.

Walau sekolah ini terlihat kurang layak, murid-murid sangat senang dengan keadaan yang ada dan mereka berharap bantuan segera terealisasi agar bisa lebih nyaman dalam belajar. Sejauh ini guru-guru yang bertugas di sana mengajar dengan ikhlas lillahi ta’ala. Memasuki tahun ke dua, jumlah murid yang sudah ada 27 siswa untuk kelas satu dan kelas dua. Sedangkan jumlah guru 10 orang, semuanya berijazah sarjana.

Di akhir pembicaraan dengan WartaAceh.com, Mansur juga berharap bantuan dari pihak swasta dan lembaga swadaya masyarakat, ”Menunggu proposal cair dari pemerintah kan lama entah kapan ya, siapa tahu LSM mau bantu kami,” pungkasnya.[]

Editor: Deddy Satria
Reporter: Muhammad Zakaria