• Follow Us:
Published On: Wed, Dec 12th, 2012

Secercah Harapan Dari Desa Panton

Bireuen – Iskandar (25), adalah salah satu tipikal pemuda yang gigih dalam berusaha, pemuda Desa Panton, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen yang merupakan sebuah desa di pedalaman Kabupaten Bireuen ini bertekad untuk berwirausaha dengan memelihara lele dumbo. Hasilnya cukup menjanjikan.

Walaupun masih berusia muda, Iskandar sudah terlihat semangat sebagai pekerja mandiri, semangat putra dari pasangan M. Nur Ramli (53) dan Rosmiati Husen (45) ini patut diacungi jempol. Pasalnya pemuda yang masih duduk dibangku kuliah semester IX di Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim ini sudah berhasil mengembangkan usaha lele dumbo di desanya.

Usaha penangkaran bibit lele dumbo dan pemeliharan yang dilakukan Iskandar terbilang sukses. Meski usaha tersebut baru digelutinya tiga tahun lalu, dan dengan bermodal seadanya.

Menurut Iskandar pada WartaAceh.com, usaha bisnis lele dumbo sangat bagus prospeknya, hanya dibutuhkan sedikit ketekunan, maka usaha tersebut akan berhasil. Karena proses pemeliharaannya juga tidak terlalu rumit.

Kata Iskandar niat membuka usaha lele dumbo ini berawal dari ketertarikannya terhadap peluang bisnis yang menggiurkan dari usaha ini.

“Saya tertarik setelah mendengar cerita dari rekan-rekan saya di daerah lain, bahwa usaha lele dumbo ini mempunyai prospek bisnis yang sangat menguntungkan,” kata Iskandar.

Selain itu, niat Iskandar berwirausaha dilandasi oleh keinginan untuk melanjutkan kuliah ke jenjang pascasarjana, selain itu dia juga bertekad untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran di desanya, yang umumnya bermata pencaharian sebagai petani dan pekebun.  Maklum, tak ada lapangan usaha lainnya di desa tersebut.

“Saya ingin menunjukkan pada orang-orang desa saya bahwa anak kuliahan seperti saya ini bisa berguna pada masyarakat lain, sehingg orang-orang di desa saya akan termotivasi untuk menyekolahkan anak-anaknya,” tuturnya.

Selain itu, dengan usaha peternakan lele dumbonya itu Iskandar tidak lagi terlalu berharap untuk menjadi pegawai negeri, sebagaimana umumnya harapan teman-teman kuliahnya.

“Saya tidak lagi terlalu berharap untuk bekerja pada pemerintah. Toh, dengan usaha saya ini saya malah bisa mempekerjakan orang lain,” katanya serius.

Menurut pengakuan Iskandar usaha yang digelutinya tersebut ilmunya diperoleh secara otodidak. Sehari-hari dia juga dibantu adik laki-lakinya Musdar (23), beda dengan Iskandar, Musdar mengaku tertarik dengan usaha lele dumbo, sehingga dia memilih untuk kuliah di jurusan perikanan dan budidaya perairan di Universitas Almuslim, saat ini sudah semester VII.  Sama seperti abangnya, Musdar juga tidak terlalu menaruh minat untuk menjadi pegawai negeri. Hal ini seperti pengakuannya pada WartaAceh.com.

“Kalau ada kesempatan tidak ada salahnya, tapi saya rasa berwirausaha seperti ini juga sangat menjanjikan, dan kita menjadi bos untuk diri sendiri,” katanya tertawa.

Tekad anak muda seperti Iskandar dan adiknya Musdar sebenarnya patut didukung oleh pemerintah daerah, dalam hal ini dinas terkait. Hal ini karena selain bisa meningkatkan taraf perekonomian masyarakat di desa terpencil seperti Desa Panton, setidaknya ada secercah harapan dari sana, dan yang terpenting bisa mengurangi jumlah pengangguran pada masyarakat seperti tekad pemerintah.[]