• Follow Us:
Published On: Wed, Jul 10th, 2013

Peran Mahasiswa Dalam Penanganan Bencana Alam

Oleh: Rahmadi M Ali.

Rahmadi M AliBencana alam menurut istilah duniawi merupakan suatu gejala yang diakibatkan oleh perubahan iklim dan cuaca. Namun jika ditinjau dari segi agama, bencana alam disebabkan oleh kehendak yang maha kuasa. Karena kita sebagai muslim berpendapat bahwa bencana diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya agar mengingat akan kekuasaan yang sebenarnya hanya ada ditangan-Nya.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada Selasa 2 Juli 2013 siang telah terjadi gempa bumi berkekuatan 6,2 SR yang berpusat di Bener Meriah dan Aceh Tengah. Gempa tersebut mengakibatkan beberapa masyarakat meninggal dunia dan terluka serta mengakibatkan bangunan-bangunan roboh tak berdaya.

Musibah inilah yang membuat para insan akademis di seluruh tanah Aceh dan daerah-daerah lainnya tergerak hati untuk membantu saudara-saudara yang ditimpa bencana tersebut. Namun apalah daya kita selaku mahasiswa untuk membantu mereka secara materil. Karena sebagaimana kita ketahui bahwa tidak semua mahasiswa memiliki finansial ekonomi yang bagus. Akan tetapi mereka juga datang dari masyarakat menengah ke bawah.

Sebagaimana biasanya, walaupun tidak mampu mambantu secara materil untuk korban bencana alam, mahasiswa rela mengorbankan tenaga dan waktu hanya untuk menjadi pengemis intelektual dengan turun ke jalan raya dan disetiap persimpangan jalan melakukan penggalangan dana. Setiap penggalangan dana untuk korban bencana tidak terlepas dari campur tangan mahasiswa untuk membantu saudara kita yang sedang dirundung duka.

Banyak masyarakat yang antusias membantu saudara kita dengan mengulurkan sedikit uang receh yang diambil dari saku dan dimasukkan kedalam kotak amal. Harapan mereka terjawab dengan bantuan yang bapak ibu berikan, karena uluran tangan anda adalah masa depan saudara kita yang sedang memikul berjuta rasa duka.

Senang rasanya bisa bergabung dengan kawan-kawan organisasi dan menjadi pengemis intelektual, karena pernah merasakan makanan yang berasal dari ummat dan tentu untuk ummatlah kita harus kembali memberikan sesuatu yang bermanfaat. Namun juga ada beberapa kawan-kawan yang merasa minder dan malu untuk melakukan penggalangan dana tersebut.

Rasa malu yang mereka miliki tentu punya sebab dan akibat. Hal ini perlu ditelusuri, dipahami dan harus dibasmi dari pola sikap dan pola pikir mahasiswa. Ada beberapa hal  yang dihasilkan dari percakapan dengan kawan-kawan seperjuangan. Beberapa sahabat merasa malu ketika memegang kotak tersebut karena sebagian masyarakat masih kurang percaya dengan mereka yang melakukan penggalangan dana tersebut.

Sebagian masyarakat merasa bahwa apa yang dilakukan mahasiswa tersebut adalah untuk kepentingan pribadi mereka. Padahal jika diketahui bahwa apa yang mereka lakukan adalah hanya untuk membantu saudara-saudara kita. Tidak lebih dari pada itu, karena mahasiswa sadar tidak mampu memberikan secara materil yang melimpah ruah, maka oleh karena itu mereka melakukan hal ini untuk bagaimana caranya juga bisa membantu semampunya melalui uluran tangan saudara-saudara penggunan jalan.

Banyak tingkah laku masyarakat yang ditunjukkan ketika berhadapan dengan kotak amal tersebut. Ada yang pura-pura tidak tahu, ada juga yang acuh tak acuh dan ada juga yang bertanya “nyan hoe kamee peng nyan” (kemana kamu bawa uang tersebut) dengan nada yang tidak enak didengar. Masih banyak lagi kejadian-kejadian menarik selama melakukan penggalangan dana untuk musibah tersebut.

Melalui tulisan ini, penulis ingin berpesan kepada segenap pembaca. Bahwa apa yang dilakukan mahasiswa bukanlah semata-mata untuk kepentingan pribadi mereka. Namun hanya semata-mata untuk membantu meringankan beban yang dipikul saudara kita yang sedang ditimpa musibah.

Masa depan mereka adalah masa depan Aceh untuk menuju daerah yang sejahtera dan damai. Melalui uluran tangan kita dapat membantu mencukupi kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan dilokasi bencana, lebih dari itu dapat membantu proses pendidikan mereka selama masa-masa sulit yang sedang mereka hadapi.

Mulai saat ini mari kita mencoba merubah pola pikir dan memberi kepercayaan kepada segenap pihak yang ingin membantu meringankan beban saudara-saudara kita dilokasi bencana alam. Kepercayaan yang masyarakat berikan pada mahasiswa dapat menjadi motivasi dan semangat dalam penggalangan dana tersebut. Sehingga mereka tidak merasa malu dan minder dengan perbuatan yang sedang dilakukan.

Lebih jauh lagi, setelah dana terkumpul dan diperkirakan cukup untuk membantu mereka. Maka mahasiswa akan mempertaruhkan nyawa mereka menginjakkan kaki di tanah yang ditimpa musibah guna menjadi relawan. Hal ini juga perlu dukungan secara moril dan materil dari masyarakat sehingga dapat berjalan lancar.

Maka oleh karena itu, sangat erat hubungan antara mahasiswa dan bencana alam karena dimana ada bencana di sana pula akan ada kontribusi mahasiswa. Sehingga setiap masyarakat harus memahami bahwa peran mahasiswa bukanlah untuk kepentingan pribadi atau individual namun untuk kemashlahatan saudara kita yang ditimpa musibah.

Semoga saudara kita di lokasi bencana diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini. Dan terus berdoa semoga mahasiswa yang ada di Indonesia khususnya di Aceh tercinta diberikan kesehatan dan kemampuan secara fisik dan mental untuk membantu saudara-saudara yang ada di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Semoga terus semangat sahabatku semua. Salam Mahasiswa!

*Penulis adalah Ketua Bidang Humas BEM Universitas Malikussaleh Periode 2013-2014 dan Siswa Sekolah Demokrasi Aceh Utara Angkatan III.