• Follow Us:
Published On: Wed, Jun 20th, 2012

Peran Komite Sekolah Dalam Pendidikan Masyarakat

*Oleh: Safuwan, M.Psi.

Konteks interaksi menggambarkan sejumlah aktivitas yang diperankan manusia dalam realitas, sebagai makhluk yang bersifat individual, makhluk sosial dan makhluk berketuhanan sehingga menimbulkan hubungan timbal balik satu sama lain, saling butuh membutuhkan, pengaruh mempengaruhi dan sebagainya.

Dengan begitu, maka interaksi antara masyarakat dengan sekolah secara logika akan memberi wacana penting bahwa keberadaan sekolah bagi masyarakat menjadi bagian kehidupan dalam realitas.

Keberadaan komite sekolah dalam realitas pendidikan akan memberi arti penting dalam pengembangan dan pemberdayaan sistem pendidikan masyarakat, bangsa dan negara. Karena tidak jarang pandangan masyarakat terhadap sekolah (khususnya sekolah umum)masih bersifat negatif akibat sosialisasi kebermaknaan pendidikan dianggap tidak signifikan dengan dunia kerja, dan arahan masa depan peserta didik.

Akibatnya dengan berbagai alasan, seperti faktor ekonomi, jarak tempat sekolah, keadaan sekolah, dan lain sebagainya telah membuat pola pikir masyarakat “berhenti” untuk tidak menyekolahkan anak-anaknya. Pada gilirannya, gambaran ketepurukan demi keterpurukan secara sosial dan pendidikan semakin tak terelakkan dalam kehidupan.

Untuk itu perlu dilakukan usaha dari berbagai pemerintah dan masyarakat agar gejala putus sekolah dikalangan masyarakat bisa diminimalisasikan secara kontinue. Dalam konteks ini maka interaksi dan komunikasi yang efektif, kondisi yang harmonis dan social support menjadi kata kunci (key word) terjadinya hubungan yang signifikan antara sekolah, komite sekolah dan masyarakat sehingga akan merefleksikan gejala pemberdayaan educatonal for all secara berkesinambungan dalam kehidupan sosial.

Keberadaan komite sekolah dapat dikatakan sebagai ujung tombak di garda depan dalam rangka penyuksesan proses pendidikan anak-anak bangsa. Fenomena ini berkolerasi dengan pandangan dan sikap sekolah dalam memahami konteks pemberdayaan dan pencerdasan sumber daya manusia seutuhnya.

Bila pihak sekolah memandang masyarakat sebagai mitra dalam proses operasional pemberdayaan sumber daya manusia, makaproses pembentukan dan pembinaan kepribadian manusia melalui proses belajar mengajar merupakan usaha yang giat dilakukanlembaga pendidikan untuk menampilkan dan memperoleh nilai-nilai tertentu.

Karena itu, masyarakat yang memiliki kesadaran akan pendidikan anak-anak mereka, niscaya akan punya konsep hidup ke depan yang bermakna dalam menyikapi dan mencermati globalisasi dan modernisasi melalui sistem pendidikan yang bertujuan dan terfokus, baik pendidikan berbasis Islam maupun pendidikan umum.

*Penulis adalah jurnalis WartaAceh.com dan dosen tetap bidang Psikologi di FISIP Unimal.