• Follow Us:
Published On: Mon, Sep 10th, 2012

Pemkab Simeulue Segera Patenkan Delapan Jenis Masakan

Simeulue – Pemerintah Kabupaten Simeulue dan tim Penggerak Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) segera mengusulkan untuk mematenkan delapan jenis masakan khas lokal.

Bupati Siemulue H Riswan NS di Sinabang, Senin (10/9/2012) mengatakan, dengan dipatenkannya makanan khas daerah itu selain tidak punah juga bisa dijadikan komoditas untuk menarik wisatawan datang ke daerah kepulauan tersebut.

Usulan untuk mematenkan delapan jenis masakan lokal tersebut muncul pada acara lomba cipta  menu beragam, bergizi dan berimbang (3B), berbasis bahan lokal, yang diikuti delapan kecamatan, yakni Simeulue Timur, Simeulue Tengah, Simeulue Barat, Teupah Selatan, Teupah Barat, Alafan, Salang dan Teluk Dalam.

Adapun delapan jenis makanan tersebut adalah sinotong balanak, gulai ulun tafe, gulai asam pedas ikan karang, sambam ikan minyak, gulai ikan marang. Sedangkan jenis makanan, sebagai pengganti dari bahan sagu, seperti masakan sanggal batoux, martabak tabbaha dan tabbaha longon.

“Jangan lalai dan harus cepat diusulkan masakan lokal ini, untuk dipatenkan menjadi masakan khas Simeulue, dan menjadi masakan kuliuner untuk wisata. Kalau tidak cepat diusulkan untuk dipatenkan, akan diusulkan dan dipatenkan daerah lain, termasuk makanan dari sagu,” katanya.

Riswan menyatakan, dengan melimpahnya sumber daya alam yang tersedia di Pulau Simeulue, menjadi aneh apabila memiliki makanan khas yang diakui atau dipatenkan.

“Memang aneh juga, dengan melimpahnya SDA yang ada, tapi tidak ada makanan khas Simeulue,” tegasnya.

Ia menjelaskan, untuk udang lobster, itu hasil kekayaan alam yang bernilai ekonomis tinggi, dan tersedia di seluruh daerah.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Hj Efrida Riswan menyatakan, memang sampai saat ini, belum ada nama masakan khas asal Simeulue yang diusulkan untuk dipatenkan.

Ia mengatakan, selain untuk pengajuan usulan delapan jenis makanan khas itu, juga akan dianjurkan untuk mempromosikan di setiap warung nasi, maupun penginapan yang ada di delapan kecamatan di daerah itu.

“Kita anjurkan semua warung nasi, penginapan, supaya termasuk setiap acara pemerintahan, supaya menyuguhkan menu makanan khas ini, dan mempromosikannya kepada siapapun, kepada orang luar yang datang ke Simeulue, bahwa inilah makanan kuliuner khas lokal Simeulue,” imbuhnya.[antara]