• Follow Us:
Published On: Sun, Sep 30th, 2012

Mesin Pencari .XXX Rintis Ekosistem Pornografi Internet

Perusahaan yang mengoperasikan situs dengan domain .xxx meluncurkan mesin pencari khusus konten porno. Situs search.xxx yang dikembangkan ICM Registry pun disebut akan menjadi ekosistem baru para pemburu pornografi di internet.

Mengutip laman The Verge, adanya ekosistem yang akan disebut “pornternet” ini terbilang ironi. Sebab, ekosistem ini hadir di saat layanan mesin pencari mainstream sedang berupaya keras untuk mengurangi hasil pencarian pornografi di dunia maya.

Search.xxx bukan mesin pencari pornografi pertama di dunia maya. Tapi secara eksklusif, ini merupakan mesin pencari pertama khusus pornografi di domain .xxx.

“Ini adalah sebuah alternatif,” kata CEO ICM Registry, Stuart Lawley. “Kami tidak sedang berusaha mendominasi dunia dengan ini,” lanjutnya.

Tapi search.xxx ini sejalan dengan strategi ICM yang sedang mempromosikan segala sesuatu terkait xxx, sejak domain .xxx mulai beroperasi Desember lalu. ICM seperti ingin memisahkan internet untuk pornografi dengan yang umum, sehingga penggunanya bisa berselancar dengan aman. Ini menjadikan sejumlah industri porno menggugat ICM pada November lalu atas strategi yang dianggap berpotensi mengacaukan bisnis mereka di dunia maya.

Industri porno di dunia maya memang tak main-main. Inovasi pun dilakukan, dan ICM telah mempersiapkan sistem pembayaran micropayment di pertengahan tahun depan. “Kami pikir ini akan mengubah permainan (di industri porno),” ujar Lawley.

Dalam analogi Lawley, ICM ingin menjadi penjaga gerbang untuk industri porno, seperti Apple melindungi industri hiburan dari pembajakan dengan AppStore dan iTunes. Apple memang berhasil meredam pembajakan, sebab pelanggan banyak yang memilih untuk membeli lagu-lagu pilihan mereka ketimbang membeli satu album penuh.

Dengan sistem pembayaran micropayment, Lawley berharap bisa mengurangi pembajakan dengan cara yang sama. Sebab industri porno juga rentan dengan pelanggaran hak cipta.

Dengan pornternet, ICM membuat aturan. Tak ada anak-anak yang dibolehkan mengakses situs .xxx. Situs itu juga telah terlindungi dari malware dan virus. Jika ada yang melanggar, maka ICM akan menghapus suatu situs yang nakal itu dari mesin pencari, bahkan dari domain .xxx.

Mesin pencari search.xxx pun punya indeks ranking sendiri. Pengguna harus di atas 18 tahun, kemudian dengan memilih bahasa hingga orientasi seks, situs itu akan menyajikan hasil pencarian yang sesuai. Hasil situs di pencarian akan diberikan peringkat sesuai kata kunci yang sesuai, meta data, dan konten. Mesin pencari ini juga menerapkan logaritma layaknya Google PageRank, yang juga tergantung berapa banyak situs lain yang mempunyai tautan ke situs itu.

Tak ada kemitraan atau pilih kasih dalam hasil yang diberikan. “Kami ingin hasil pencarian yang sesuai,” ucap Lawley. “Seperti Google yang menghukum mereka yang mencoba mengakali sistem peringkat, kami akan melakukan hal yang sama,” tuturnya.

Jaringan domain .xxx kini memiliki setidaknya 160.000 situs. Ada juga 80.000 situs yang didaftarkan instansi yang berusaha mencegah penyalahgunaan nama mereka di situs .xxx. Selain konten porno, ada juga organisasi seperti PETA (perlindungan hewan), yang mendaftarkan PETA.xxx untuk memperlihatkan penyiksaan dan penyalahgunaan hewan tanpa sensor, terutama yang dilakukan industri fashion.

ICM juga sedang mendaftarkan domain sex sebagai bagian dari upayanya menciptakan ekosistem pornografi di dunia maya. Jika pornografi tercatat hanya empat persen beredar di dunia maya, ICM setidaknya menguasai bagian kecil yang terdiri dari 21 juta halaman.[viva.co.id]