• Follow Us:
Published On: Thu, Dec 6th, 2012

Mantan Pejabat Aceh Tenggara Terancam Jadi Tersangka

Banda Aceh – Sejumlah mantan pejabat di Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, terancam menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana APBK setempat 2004-2006 senilai Rp21,4 miliar.

Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh TM Syahrizal SH menyatakan pihaknya sampai hari ini belum menetapkan tersangka, namun ada kemungkinan beberapa mantan pejabat Pemkab Aceh Tenggara menjadi tersangka.

Ia menyatakan, sebenarnya kasus tersebut telah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan sudah disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta akhir 2009. Terdakwa mantan Bupati Aceh Tenggara Armen Desky telah dihukum empat tahun penjara.

Namun, kata Kajati yang didampingi Kasi Penkum/Humas dan Kabag TU Kejati Aceh Amir Hamzah SH dan Muchlis SH, menyatakan, dalam kasus tersebut pihak KPK memerintahkan Kejati Aceh untuk menindaklanjuti, karena dalam persidangan terungkap adanya orang yang turut serta dan berperan aktif.

“Atas dasar itulah kami terus melakukan penyelidikan dengan memanggil para saksi,” ujarnya.

Kajati menyatakan, dalam kasus tersebut pihaknya telah memeriksa 23 orang saksi, terutama orang-orang bagian keuangan pada waktu itu seperti M Yusuf, Satunan, Gunawan, Abdul Manaf, Basri, Ridwan, dan Jairen Desky.

“Jadi, orang-orang ini yang mengetahui persis aliran dana tersebut,” kata Kajati kepada Ketua PWI Aceh Tarmilin Usman yang didampingi Sekretaris PWI Aldin NL.

Syahrizal menyatakan, orang-orang yang berperan pada waktu itu seperti Martin Desky (Sekdakab), Ibnu Hasyim (Kabag Keuangan dan sekarang Bupati Gayo Lues), Umuruddin Desky (Ketua DPRK), M Yusuf (bendahara) dan Ridwan, belum diperiksa.

“Kami telah memanggil Umuruddin Desky dua kali, namun yang bersangkutan belum bersedia hadir karena berhalangan. Jadi, kita akan panggil mereka untuk dimintai keterangannya,” katanya.

Ketika didesak kapan penetapan tersangka, Kajati belum bisa memastikan, tapi dalam waktu dekat akan segera ditetapkan tersangka.

“Sabar dulu, penyidikan kasus ini sudah hampir selesai, tinggal menunggu siapa-siapa bakal menjadi tersangkanya, yang jelas bukan lagi Armen Desky karena yang bersangkutan sudah selesai disidang dan dihukum,” katanya.

Kajati menyatakan pihaknya sangat serius dengan penyidikan kasus ini, karena merupakan amanah dari KPK yang harus ditindaklanjuti.

“Ini merupakan kepercayaan yang diberikan kepada kami, jadi tidak akan kami sia-siakan,” tegasnya.

Ketika disinggung ada sebagian dari mantan pejabat yang mengembalikan dana, Kajati menyatakan, meskipun mereka sudah mengembalikan dana tersebut ke KPK, namun tidak menggugurkan hukum dalam kasus tersebut.

Pada saat kasus tersebut masih ditangani KPK, sejumlah saksi telah mengembalikan uang, di antaranya Martin Desky Rp1,8 miliar, Ibnu Hasyim Rp1,3 miliar. Total seluruhnya sekitar Rp5,3 miliar.[antara]