• Follow Us:
Published On: Tue, Jun 11th, 2013

KPI Aceh Plenokan Kuota Calon Legislatif

logo pemilu 2014

Banda Aceh - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh akan memplenokan kuota 120 persen calon legislatif yang didaftarkan partai politik peserta pemilu 2014.

“Untuk memutuskan kuota 120 persen ini harus melalui rapat pleno,” kata Wakil Ketua KIP Aceh Basri M Sabi di Banda Aceh, Selasa 11 Juni 2013.

Ia mengatakan rapat pleno ini berdasarkan keputusan rapat KIP Aceh dengan KIP kabupaten/kota di Aceh yang digelar di Banda Aceh beberapa waktu lalu.

Basri M Sabi menyebutkan dasar hukum kuota calon legislatif 120 tersebut mengacu kepada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang pemerintahan Aceh atau UUPA dan turunannya.

Dalam Qanun Nomor 8 Tahun 2008 tentang partai politik lokal peserta pemilu DPR Aceh dan DPR kabupaten/kota di Aceh yang menjadi turunan UUPA disebutkan kuota calon legislatif sebanyak 120 persen.

Sementara, kata dia, undang-undang pemilu yang diberlakukan sekarang ini hanya memperkenankan kuota calon legislatif 100 persen. Namun, karena ada aturan khusus di Aceh, maka qanun tersebut harus diterapkan.

Selain itu, kata dia, Qanun Nomor 8 Tahun 2008 tersebut juga diterapkan dalam uji mampu baca Al Quran kepada para bakal calon legislatif yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Jadi, kuota 120 persen ini juga harus diterapkan.

“Penetapan kuota 120 persen ini diputuskan karena Komisi Pemilihan Umum atau KPU hingga kini belum mengeluarkan surat keputusannya. Sementara, penetapan daftar calon sementara semakin dekat,” katanya.

Ia mengatakan, KIP Aceh sudah berulang kali menyampaikan masalah kuota 120 persen ke KPU. Bahkan Pemerintah Aceh juga pernah membahas masalah ini dengan KPU dan Bawaslu Pusat.

Jadi, kata dia, agar masalah ini tidak mengambang, KIP Aceh akan menetapkan masalah kuota 120 dalam suatu surat keputusan agar tidak melahirkan masalah di kemudian hari.

Dalam menetapkan kuota 120 persen, kata dia, KIP Aceh akan berlaku adil terhadap semua partai politik peserta pemilu, baik partai lokal maupun nasional.

“Asas pemilu harus berlaku adil. Karena itu, kuota calon legislatif 120 persen ini akan diberlakukan kepada semua partai. Jadi, kami berharap masyarakat dan peserta pemilu bersabar sebelum masalah ini diputuskan,” kata Basri M Sabi.[antara]