• Follow Us:
Published On: Mon, Oct 15th, 2012

Kapolres Bireuen: 15 Senjata Api Dari Mantan GAM Itu Bekas Konflik Aceh

Bireuen – 15 pucuk senjata api ilegal yang berhasil diamankan dari mantan kombatan GAM, Ram alias Gum di sebuah kebun kawasan desa Kubu, Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, merupakan peninggalan konflik Aceh.

Pernyataan itu dikatakan Kapolres Bireuen, AKBP Yuri Karsono SIK kepada sejumlah wartawan dalam konfrensi pers di Mapolres Bireuen, Senin (15/10/2012)  terkait penangkapan senjata api ilegal oleh mantan kombatan GAM.

Menurut Yuri Karsono, terungkapnya keberadaan 15 pucuk senpi laras panjang dari tangan Ram alias Gum, hasil pengembangan dari tersangka A alias ST yang terbukti sebagai pelaku pelontar GLM ke rumah kediaman Bupati Bireuen, Ruslan M Daud, Rabu (19/9/2012) lalu.

Berdasarkan penyelidikan sementara, Ram berperan sebagai aktor utama dalam kasus pengranat rumah kediaman bupati Bireuen. Ram adalah pelaku yang meminjamkan senjata pelontar GLM berikut beberapa butir amunisinya kepada A alias ST.

Dari Ram sendiri, A alias ST menerima kompensasi uang untuk tugas melontari GLM ke kediaman Bupati Ruslan M Daud, kawasan Cot Gapu,  menjelang subuh.

“Setelah terciumnya indikasi keterlibatan Ram alias Gum ini, petugas melakukan pengintaian dan mengamankan tersangka bersama sepucuk senjata pelontar GLM dan empat butir amunisinya yang berjarak beberapa puluh meter dari lapangan bolakaki Desa Kubu,” ujar Kapolres.

Setelah melakukan pengembangan dan penyidikan, kata Kapolres, Ram akhirnya buka mulut dan mengakui menimbun beberapa pucuk senjata api laras panjang beserta puluhan magasin dan amunisi.

”Seluruh senjata temuan itu diakui Ram sebagai senjata peninggalan masa konflik dan belum pernah digunakan,” jelas Yuri Karsono.

Hasil rekapitulasi barang bukti yang digelar kemarin, petugas mengamankan 11 pucuk senjata laras panjang M-16 A1, 3 pucuk AK-56, satu laras panjang pelontar GLM beserta 4 amunisinya, 23 magasin AK-56, 26 magasin pendek M-16, 15 magasin panjang M-16 serta 26 butir amunisi aktif.

Selain senjata dan amunisi, pihak kepolisian juga menyita satu unit sepeda motor matic  BL 4087 ZQ yang disita dari salah seorang tersangka, sementara kedua tersangka sampai kini masih dalam penahanan di Mapolres Bireuen.

Kapolres mengharapkan, penemuan belasan pucuk senjata api tersebut tentunya akan dapat memutuskan mata rantai peredaran senjata serta akan mengurangi kasus kriminal bersenjata yang terjadi selama ini.

Hasil sitaan senjata dari Ram alias Gum, dinyatakan telah dijadikan barang bukti kejahatan dan melanggar Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.[]