• Follow Us:
Published On: Thu, Apr 18th, 2013

Kadisdik Aceh: Fasilitator SD/MIN Penggerak Mutu Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Anas M Adam MPd saat membuka pelatihan untuk fasilitator USAID Prioritas di Hermes Palace Hotel Banda Aceh. (Foto: istimewa)

Banda Aceh –  Sebanyak 98 Fasilitator Daerah (Fasda) dari tujuh kabupaten/kota di Aceh memulai tahap pelatihan bagi pelatih atau Training of Trainer (TOT) untuk tingkat SD/MI.

Kegiatan yang berlangsung selama tujuh hari di Hotel Hermes Palace Banda Aceh tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Anas M Adam MPd yang merupakan bagian awal dari komitmen USAID PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students) bersama Pemerintah Aceh untuk meningkatkan mutu pendidikan di Aceh selama 5 tahun hingga 2017.

Ke-98 Fasda ini berasal dari Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Kota Banda Aceh yang sebagian besar adalah guru SD/MI, kepala sekolah dan pengawas beserta 8 orang fasilitator dari LPTK Universitas Syiah Kuala (FKIP) dan IAIN Ar Raniry (Tarbiyah).

Fasda akan memperoleh berbagai materi pembelajaran Aktif, Energik dan Menyenangkan (PAKEM) dan manajemen sekolah serta melakukan praktik yang baik langsung ke SD/MI pilihan yang berada di Banda Aceh.

Sementara itu 17 orang tenaga fasilitator provinsi (termasuk 4 orang Fasilitator dari LPTK) yang sudah dipersiapkan lebih dulu oleh USAID PRIORITAS akan melatih para Fasda selama kegiatan berlangsung. Sementara 2 orang fasilitator nasional dan Tim USAID PRIORITAS juga akan mendampingi Fasda selama pelatihan tersebut.

Sebagian besar para Fasda tersebut adalah guru dan pengawas terbaik yang direkrut didaerah mereka masing-masing yang seleksinya dilakukan secara bersama antara Dinas Pendidikan, Kementerian Agama dan perwakilan USAID PRIORITAS.

“Minat guru untuk menjadi Fasda sangat besar, rata-rata di setiap kabupaten/kota kami menerima lebih dari 70-an lamaran, tapi karena kita membatasi jumlah Fasda SD/MI hanya 15 orang per kabupaten sehingga kita harus memilih yang terbaik dari yang baik,” ungkap Ridwan Ibrahim, Koordinator USAID PRIORITAS untuk Provinsi Aceh dalam rilis yang diterima WartaAceh.com, Kamis (18/4/2013).

Fasilitator Provinsi (Fasprov) yang akan melatih para Fasda juga berprofesi sebagai guru dan kepala sekolah. Sebelumnya Fasprov tersebut telah mendapat pembinaan pada tingkat nasional. Fasprov dan Fasda tersebut diharapkan dapat menjadi motivator untuk mengajak guru-guru lainnya menjadi lebih baik dalam praktik mengajar.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Anas M Adam, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan saat ini merupakan fokus pekerjaan dinas pendidikan dan beliau berharap melalui Fasda dapat menyebarluaskan praktik baik selama TOT kepada guru di daerahnya.

“Bapak dan ibu yang terpilih menjadi Fasda saya yakin sebagai putra/putri terbaik di daerahnya untuk menjadi motor penggerak dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah kita,” ungkapnya.

Kadis Pendidikan juga berharap fasilitator pilihan ini dapat membulatkan tekat dan berkomitmen demi masa depan anak-anak yang lebih baik.

“Kami berharap Fasilitator yang akan menjadi asset daerahnya ini dapat berkomitmen dan terus belajar, terutama menjadi motivator penggerak aktifnya KKG diwilayah mereka,” harap Anas M Adam.

Seperti yang diketahui, sebelumnya pada tanggal 23-29 Maret lalu, USAID PRIORITAS telah melatih 117 Fasda SMP/MTs dan pada tahapan berikutnya untuk tingkatan SD/MI. USAID PRIORITAS akan membantu Pemerintah Provinsi Aceh untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran di 7 kabupaten/kota yang meliputi Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah dan Aceh Jaya, serta enam lainnya pada tahun 2013.

Program ini akan bekerjasama dengan para guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan siswa untuk menghadapi tantangan utama dalam menyediakan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan profesionalisme guru, dengan harapan dapat menjangkau sekitar 38,400 siswa di 192 sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan madrasah.

Program ini juga akan bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala dan IAIN Ar Raniry di Banda Aceh untuk meningkatkan kapasitas dalam melaksanakan pendidikan/pelatihan, dan kompetensi guru.[]