• Follow Us:
Published On: Tue, Jun 18th, 2013

IMM Aceh Minta Polri Tindak Penembak Wartawan

gas air mata 2

Banda Aceh – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Aceh mengutuk keras kejadian para pengunjuk rasa di Provinsi Jambi dihadiahi peluru aparat keamanan.

Bahkan ekesesnya seorang wartawan Trans7, Anton Nugroho menjadi korban ketika meliput demontrasi. Mata sebelah kanan Anton terkena selosong peluru gas air mata hingga mengeluarkan darah.

Menurut Ketua DPD IMM Aceh, Azhar tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian terhadap pengawalan aksi massa terkesan seperti mesin pembunuh sehingga tidak ada lagi penanganan yang bisa dilakukan kecuali dengan penembakan.

“Kepolisian sudah menunjukkan kekuatannya dengan membungkam masyarakat, hal ini membuktikan bahwa kepolisian bukan mitra masyarakat,” ujar Azhar.

Seharusnya,  polisi dapat melindungi masyarakat dari segala bentuk kekerasan. Begitupun, bila ada mahasiswa yang bersikap anarkis, pihak kepolisian jangan mengambil sikap dengan menembak kearah pendemo.

“Seharusnya hal seperti itu tidak terjadi.” Kita sangat menyayangkan sikap yang diperlihatkan oleh kepolisian kita,” kata Azhar.

Untuk itu ia  berharap, Kapolri Timur Prodopo dapat mengambil sikap tegas atas insiden ini. Polri harus bertanggung jawab atas tindakan penembakan yang di lakukan pada saat pengawala aksi kenaikan BBM tersebut.

 “Jangan hanya memberikan statement yang dapat merugikan pihak korban,” tegasnya.

Untuk diketahui rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mendapat perlawanan keras dari sejumlah kalangan. Mulai dari partai politik, ormas, hingga kalangan mahasiswa.

Bahkan, sejumlah mahasiswa dibeberapa daerah di Indonesia mengelar unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi. Di Aceh, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unsyiah Peduli Rakyat melakukan demontrasi di depan gedung Perwakilan Rakyat Daerah Aceh (DPRA), Senin (17/6/2013)

Mereka menuntut agar pemerintah membatalkan niatnya menaikan harga BBM, bahkan empat pengunjuk rasa diamankan pihak kepolisian.

Tak hanya di Aceh, hal serupa juga terjadi di Kota Ternate, Maluku Utara. Begitu juga di Provinsi Jambi, ratusan mahasiswa dari berbagai universitas mengelar unjuk rasa penolakkan kenaikan harga BBM bersubsidi di halaman Kantor DPRD Provinsi Jambi.

Mirisnya, demontrasi yang dilakukan sejumlah mahasiswa di Indonesia mendapat perlawanan dari pihak kepolisian. Beberapa mahasiswa turut diamankan.[]