• Follow Us:
Published On: Sun, Oct 7th, 2012

Hore! Naik Garuda Indonesia Gratis Airport Tax

Jakarta – Sudah empat hari terakhir, penumpang maskapai penerbangan Garuda Indonesia, tidak lagi dipungut biaya airport tax di bandara. Sebab, setelah satu bulan tertunda pelaksanaannya, akhirnya maskapai penerbangan Garuda Indonesia resmi menghilangkan pajak bandara atau yang biasa dikenal dengan airport tax.

Otomatis, biaya pelayanan jasa penerbangan (PJP2U) atau passenger service charge (PSC) atau yang lebih dikenal dengan istilah airport tax sudah mulai digabung dengan tiket penerbangan Garuda.

“Sejak diberlakukan tgl 4 Oktober lalu, penerapan airport tax ke dalam tiket secara umum berjalan baik dan lancar,” ungkap Wakil Presiden Direktur bidang komunikasi perusahaan Garuda Indonesia Pujobroto kepada merdeka.com, Ahad (7/10/2012).

Pujobroto mengklaim, penerapan sistem ini bertujuan agar penumpang lebih mendapat kemudahan dan mempunyai lebih banyak waktu untuk melakukan kegiatan lain di bandara. Penumpang tidak perlu lagi antre panjang sebelum masuk ke bandara.

“Tidak harus lagi mengeluarkan biaya atau melakukan pembayaran airport tax,” katanya.

Penerapan sistem ini tidak hanya menguntungkan penumpang, tapi juga otoritas bandara dan pihak maskapai. Sebab, penggabungan airport tax dalam harga tiket telah mengurangi bisnis proses di counter check in.

Hanya saja, lanjut dia, untuk penumpang yang membeli tiket penerbangan sebelum tanggal 4 Oktober, masih diharuskan membayar airport tax. Pihak Garuda melakukan pengecekan penumpang yang membeli tiket sebelum tanggal pemberlakuan penyatuan airport tax. “Tetap harus bayar airport tax,” singkatnya.

Seperti diketahui, kebijakan ini dicetuskan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang mengaku menginginkan sistem modern dalam industri penerbangan. Penghilangan airport tax dinilai akan efektif karena meninggalkan sistem tradisional. Kebijakan ini juga diyakini bakal memangkas antrean panjang di bandara.

Saat ini di negara Asia, Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara yang menerapkan airport tax. Padahal di negara lain seperti Singapura, Thailand, Malaysia dan Vietnam sudah tidak menerapkan tarif terpisah tersebut. Melainkan tarif itu digabungkan dengan harga tiket pesawat.

Dalam rencana awal, penggabungan ini akan dilakukan pada awal September 2012, namun terpaksa mundur pada tanggal 28 September. Rencana tersebut kembali molor karena belum siap secara teknis, hingga akhirnya diputuskan mulai dijalankan 1 Oktober 2012. Kenyataannya, sistem ini harus ditunda beberapa hari lagi dan baru bisa diterapkan 4 Oktober 2012.[merdeka.com]