• Follow Us:
Published On: Mon, Jul 22nd, 2013

Kemenag akan Ikutkan Guru Agama Terapkan Kurikulum 2013

siswa madrasah. Foto ANTARA

Jakarta – Pada 2014, Kementerian Agama (Kemenag) akan memprioritaskan empat kebijakan pendidikan. Kebijakan tersebut masih terkait dengan penerapan program yang masih berjalan pada 2013.

Hal tersebut diungkapkan Sekjen Kemenag Bahrul Hayat melalui keterangan tertulis yang diperoleh dari Pusat Informasi dan Humas Kemenag di Jakarta, Ahad (21/7/2013).

Empat kebijakan tersebut adalah tentang Pendidikan Menengah Universal (PMU) yang merupakan program perluasan akses pendidikan untuk MA dan SMA.

Kebijakan lainnya adalah yang terkait dengan implementasi kurikulum. Menurut Bahrul, kurikulum 2013 di madrasah akan mulai diimplementasikan pada tahun ajaran 2014-2015.

“Kemenag akan menyelenggarakan secara serentak di semua kelas 1, 4, 7, dan kelas 10. Tahun ini kami fokus pada kesiapan guru. Pelaksanaannya akan 100% kelas 1,4,7,dan 10 tahun depan,” kata dia.

Namun, Bahrul menyatakan, tugas Kemenag ada juga yang terkait dengan sekolah. Menurut Bahrul, setidaknya ada 6.250 sekolah yang ditetapkan Kemendikbud untuk menerapkan kurikulum 2013 dan di dalamnya ada guru agama. “Karena Kemendikbud melaksanakan tahun ini, guru agamanya pun ikut,” imbuhnya

Kebijakan lainnya, lanjut dia, kemenag tetap konsisten untuk mengalokasikan anggaran 40% beasiswa miskin. “Kalau Kemendikbud pada kisaran 25%, Kemenag menganggarkan pada angka 40% rata-rata. Jadi setiap madrasah, termasuk swasta, 40% dari seluruh siswanya yang masuk kategori miskin akan diberi beasiswa. Dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) sampai Perguruan Tingga Agama (PTA),” paparnya.

Selain itu Kemenag telah menyediakan 75.000 beasiswa untuk seluruh PTA. “Itu di luar Beasiswa Pendidikan Bagi Mahasiswa Berprestasi (Bidik Misi),” ujarnya.

Ia menambahkan, Kemenag mentargetkan membangun sekitar 12 Madrasah Aliyah Insan Cendekia (MAN IC) baru di beberapa provinsi. “Ini semua dari sekolah baru karena kami ingin mimpi baru. Pemda dan Masyarakat banyak yang mau mewakafkan tanah. Luar biasa kemauan mereka untuk membantu,” kata Bahrul.

Menyinggung prestasi madrasah yang tidak begitu terdengar gaungnya dalam dunia pendidikan, Bahrul mengatakan masalahnya terletak pada potret prestasi madrasah yang masih jarang diungkap dan terdapat persepsi publik yang menganggap kualitas madrasah seolah-olah lebih rendah.

“Kami kira itu anggapan yang keliru, sebab sebenarnya cukup banyak madrasah yang mengukir prestasi, misalnya MAN Insan Cendekia Serpong menduduki peringkat kedua nasional dalam peringkat hasil nilai ujian nasinoal (UN) untuk seluruh SMA dan Madrasah Aliyah. Hasil UN Madrasah Tsanawiyah (MTs) pun lebih baik dari SMP,” pungkasnya.[metrotvnews.com]