• Follow Us:
Published On: Fri, Jul 19th, 2013

Bangun Sekolah Rusak, Dinas Pendidikan Aceh Teken MoU Dengan BPBA

Warga melintas di bangunan SD Negeri 3 Ketol yang rusak parah akibat gempa di Desa Blang Mancung Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Jumat (5/7).

Aceh Tengah - Sebanyak 177 sekolah darurat akan dibangun di Kabupaten Aceh Tengah untuk menggantikan sementara bangunan sekolah yang rusak akibat gempa 6,2 skala richter 2 Juli 2013.

“MoU untuk pembangunan sekolah darurat sudah dilakukan, tinggal menunggu turunnya dana,” kata Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Aceh Tengah Zulham Syam seperti disampaikan stafnya Syafrianda Selian,  Jumat (19/7/2013).

MoU dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dengan Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, dimana sekolah darurat dibangun dalam masa 12 hari pembangunan setelah dana diterima.

Dia memerinci sekolah darurat yang akan dibangun yaitu Sekolah Dasar 68 unit, SMP sederajat 65 unit serta SMA sederajat sebanyak 44 unit.

“Biaya setiap ruang untuk sekolah darurat dianggarkan Rp15 juta dengan ukuran 7×8 meter. Berapa ruang yang dibangun tergantung sekolah dan jumlah siswa, kalau siswanya sedikit ruangan bisa disekat,” katanya.

Namun untuk Desa Serempah di Kecamatan Ketol di mana warganya harus direlokasi, lokasi pembangunan sekolah darurat belum ditentukan.

Menurut dia, hingga saat ini Dinas Pendidikan Aceh Tengah masih terus melakukan pendataan sekolah-sekolah yang rusak akibat gempa.

Tahun ajaran baru akan dimulai setelah lebaran Idul Fitri, diharapkan kegiatan belajar mengajar bisa berlangsung seperti biasa meski di sekolah darurat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata sedikitnya 314 gedung sekolah di Aceh Tengah dan Bener Meriah rusak akibat gempa awal Juli 2013.

Di Aceh Tengah terdapat 292 sekolah rusak di antaranya 158 rusak berat dan 134 rusak sedang. Sedangkan di Bener Meriah 22 sekolah rusak meliputi 13 rusak berat, dua rusak sedang dan tujuh rusak ringan.[antara]